IHSG Dibuka Menghijau Saat Bursa Asia Mayoritas Menguat
Senin, 15 Mei 2017 - 09:12 WIB
IHSG Dibuka Menghijau Saat Bursa Asia Mayoritas Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau di tengah mayoritas menguatnya bursa utama Asia. Bursa saham Tanah Air pagi ini menguat 13,28 poin setara dengan 0,23% ke level 5.688,50.
Sebelumnya pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup mampu menguat 22,21 poin atau setara dengan 0,39% ke posisi 5.675,22.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp27 miliar dengan 38 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp2,51 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,19 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,71 triliun. Tercatat 29 saham naik, 5 turun dan 11 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp350 menjadi Rp17.350, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp225 menjadi Rp14.250, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp15.000.
Sementara saham yang melemah di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp60 menjadi Rp2.400, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp50 menjadi Rp6.300, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp25 menjadi Rp73.875.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Senin (15/5/2017) bursa saham Asia sebagian besar menguat kendati ada kekhawatiran mengenai proteksionisme perdagangan selama pertemuan G7 di Italia dan peluncuran rudal terbaru Korea Utara pada akhir pekan.
Menteri keuangan G7 dan bankir sentral menyoroti risiko kebijakan perdagangan AS dapat menimbulkan pertumbuhan global selama pertemuan mereka di Italia. Ini mengikuti pertemuan sebelumnya pada Maret tahun ini, ketika para pemimpin G20 gagal mendukung perdagangan bebas dalam komunike bersama mereka.
Sementara, kekhawatiran mengenai program nuklir Korea Utara meningkat setelah negara tersebut meluncurkan rudal baru selama akhir pekan. Rudal tersebut mendarat di laut dekat dengan Rusia.
Pasar juga gelisah bahwa tingkat serangan cyber global bisa meningkat saat orang kembali bekerja pada Senin. Disebut "WannaCry," perangkat lunak perusak menginfeksi perangkat yang terkena dampak dengan program ransomware.
Indeks acuan Jepang Nikkei 225 merosot turun 0,18%. Kospi mengabaikan peluncuran rudal terbaru Korea Utara dan membalikkan kerugian sebelumnya untuk diperdagangkan 0,39% lebih tinggi, dan di Australia, Indeks S&P/AX 200 juga naik 0,08%.
Pasar di China menguat, di mana Indeks Hang Seng naik 0,56%, Shanghai Composite bertambah 0,26% dan Shenzhen Composite naik 0,461%.
Sebelumnya pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup mampu menguat 22,21 poin atau setara dengan 0,39% ke posisi 5.675,22.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp27 miliar dengan 38 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp2,51 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,19 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,71 triliun. Tercatat 29 saham naik, 5 turun dan 11 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp350 menjadi Rp17.350, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp225 menjadi Rp14.250, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp15.000.
Sementara saham yang melemah di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp60 menjadi Rp2.400, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp50 menjadi Rp6.300, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp25 menjadi Rp73.875.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Senin (15/5/2017) bursa saham Asia sebagian besar menguat kendati ada kekhawatiran mengenai proteksionisme perdagangan selama pertemuan G7 di Italia dan peluncuran rudal terbaru Korea Utara pada akhir pekan.
Menteri keuangan G7 dan bankir sentral menyoroti risiko kebijakan perdagangan AS dapat menimbulkan pertumbuhan global selama pertemuan mereka di Italia. Ini mengikuti pertemuan sebelumnya pada Maret tahun ini, ketika para pemimpin G20 gagal mendukung perdagangan bebas dalam komunike bersama mereka.
Sementara, kekhawatiran mengenai program nuklir Korea Utara meningkat setelah negara tersebut meluncurkan rudal baru selama akhir pekan. Rudal tersebut mendarat di laut dekat dengan Rusia.
Pasar juga gelisah bahwa tingkat serangan cyber global bisa meningkat saat orang kembali bekerja pada Senin. Disebut "WannaCry," perangkat lunak perusak menginfeksi perangkat yang terkena dampak dengan program ransomware.
Indeks acuan Jepang Nikkei 225 merosot turun 0,18%. Kospi mengabaikan peluncuran rudal terbaru Korea Utara dan membalikkan kerugian sebelumnya untuk diperdagangkan 0,39% lebih tinggi, dan di Australia, Indeks S&P/AX 200 juga naik 0,08%.
Pasar di China menguat, di mana Indeks Hang Seng naik 0,56%, Shanghai Composite bertambah 0,26% dan Shenzhen Composite naik 0,461%.
(izz)
Lihat Juga :