IHSG Dibuka Menghijau, Mayoritas Bursa Utama Asia Jatuh
Rabu, 17 Mei 2017 - 09:34 WIB
IHSG Dibuka Menghijau, Mayoritas Bursa Utama Asia Jatuh
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau ketika mayoritas bursa utama Asia berjatuhan. Bursa saham Tanah Air pagi ini menguat 16,64 poin setara dengan 0,29% ke level 5.663,64.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir ke level 5.647,00 dengan merosot usai kehilangan sebesar 41,87 poin atau setara 0,74%. Sedangkan pada sesi pagi ini, sektor saham terlihat berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tipis aneka industri 0,72% diikuti infrastruktur 0,49%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,13 miliar dengan 2,02 juta saham diperdagangkan pada sesi pembukaan dan transaksi bersih asing Rp135,4 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp907,8 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,04 triliun. Tercatat 59 saham naik, 307 turun dan 25 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp200 menjadi Rp5,475, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp175 menjadi Rp15.125 serta PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) bertambah Rp98 ke posisi Rp490.
Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merosot Rp225 menjadi Rp17.175, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) berkurang Rp100 ke level Rp3.110 dan PT Renuka Coalindo Tbk. (SQMI) berkurang Rp50 menjadi Rp725.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (17/5/2017) ekuitas di Asia kehilangan landasan mengiringi kejatuhan Dow Jones terimbas kegaduhan politik dan kebijakan hukum yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain bursa saham Asia menyusut ketika Nikkei jatuh 86,44 poin atau 0,43% ke level 19.833,38 saat yen menguat.
Di seberang Selat Korea di Korea Selatan, indeks Kospi juga mengalami penurunan ke posisi 2.291,58 usai kehilangan 3,75 poin yang setara dengan 0,16%. Sementara indeks Australia menyusut 0,81% ketika indeks Shanghai justru menguat 3,22 poin atau 0,10% menjadi 3.116,18.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir ke level 5.647,00 dengan merosot usai kehilangan sebesar 41,87 poin atau setara 0,74%. Sedangkan pada sesi pagi ini, sektor saham terlihat berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tipis aneka industri 0,72% diikuti infrastruktur 0,49%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,13 miliar dengan 2,02 juta saham diperdagangkan pada sesi pembukaan dan transaksi bersih asing Rp135,4 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp907,8 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,04 triliun. Tercatat 59 saham naik, 307 turun dan 25 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp200 menjadi Rp5,475, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp175 menjadi Rp15.125 serta PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) bertambah Rp98 ke posisi Rp490.
Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merosot Rp225 menjadi Rp17.175, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) berkurang Rp100 ke level Rp3.110 dan PT Renuka Coalindo Tbk. (SQMI) berkurang Rp50 menjadi Rp725.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (17/5/2017) ekuitas di Asia kehilangan landasan mengiringi kejatuhan Dow Jones terimbas kegaduhan politik dan kebijakan hukum yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain bursa saham Asia menyusut ketika Nikkei jatuh 86,44 poin atau 0,43% ke level 19.833,38 saat yen menguat.
Di seberang Selat Korea di Korea Selatan, indeks Kospi juga mengalami penurunan ke posisi 2.291,58 usai kehilangan 3,75 poin yang setara dengan 0,16%. Sementara indeks Australia menyusut 0,81% ketika indeks Shanghai justru menguat 3,22 poin atau 0,10% menjadi 3.116,18.
(akr)
Lihat Juga :