Wilmar Sebut Tuduhan Eropa Soal Sawit RI Hanya Persaingan Bisnis

Jum'at, 19 Mei 2017 - 11:24 WIB
Wilmar Sebut Tuduhan...
Wilmar Sebut Tuduhan Eropa Soal Sawit RI Hanya Persaingan Bisnis
A A A
AGAM - Pengusaha kelapa sawit menilai bahwa resolusi yang dikeluarkan oleh Parlemen Uni Eropa terkait dengan sawit hanya sebuah persaingan bisnis dan adanya rasa ketakutan Eropa terhadap produk sawit. Dalam resolusi tersebut, Parlemen Uni Eropa menganggap sawit sangat erat kaitannya dengan isu pelanggaran HAM, korupsi, pekerja anak, deforestasi, dan penghilangan hak masyarakat adat.

Corporate Legal Wilmar Group Indonesia Johanes mengatakan, penilaian Uni Eropa karena adanya persaingan bisnis. "Itu cenderung persaingan bisnis. Perlu dilihat jika dibanding industri lain, sawit ini banyak bermanfaat, bisa untuk keperluan food, bahan bakar dan lainnya. Mereka pasti takut," ujar dia di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Menurutnya, industri sawit sangat kompetitif dibanding produk lainnya. Sementara perkebunan sawit kurang cocok di Eropa, berbeda dengan jagung atau lainnya yang bisa ditanam di Eropa. Namun, sawit lebih menguntungkan dengan jangka waktu yang jauh lebih lama.

Pihaknya meminta pemerintah untuk ikut memproteksi ke pengusaha-pengusaha sawit. Apalagi, komoditas sawit saat ini sudah menjadi primadona, tidak hanya di Indonesia tapi dunia. "Makanya tolong dong kami ini diperhatikan. Kami memang mengakui bahwa pemerintahan Jokowi lebih memperhatikan dan mau mendengarkan keluhan kita. Jokowi sebagai bapak kita," ujarnya.

Head of Plantation Indonesia Wilmar Group menegaskan bahwa sawit sama sekali tidak menyebabkan deforestasi, termasuk sawit yang dikelola pihaknya. "Tidak ada deforestasi, tidak ada eksploitasi. Kalau itu terjadi, tidak akan bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Itu hanya pemikiran mereka (Eropa) saja, tapi di Indonesia ini sudah jelas Undang-undang (UU) nya," katanya.

Dia menuturkan, pihaknya telah mendapatkan berbagai sertifikasi seperti ISPO, RSPO dan untuk mendapatkan izin harus memenuhi banyak persyaratan. Menurutnya, jika sebuah perusahaan melanggar UU yang ada maka perusahaan tersebut tidak akan sehat.

"Semua perusahaan harus mengikuti aturan dan syarat-syarat yang sudah ditentukan pemerintah. Kita sendiri selalu memenuhi UU dan syarat-syarat dari pemerintah. Kita kerja sama dengan stakeholders untuk bisnis secara sustainability," tutur Gurcharan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wilmar Raih Penghargaan...
Wilmar Raih Penghargaan ISPO dari Kementan, Berhasil Bina Pekebun Swadaya
Tanda Tangani MoU, Wilmar...
Tanda Tangani MoU, Wilmar Perkuat Kemitraan dengan Petani Sawit Labuhanbatu
Siapkan SDM Unggul Industri...
Siapkan SDM Unggul Industri Sawit, Wilmar Siapkan Beasiswa di Stipper
Sewindu Program Ikatan...
Sewindu Program Ikatan Dinas, Wilmar Cetak Profesional di Industri Sawit
12 Siswa Mendapat Beasiswa...
12 Siswa Mendapat Beasiswa Wilmar Kuliah di Instiper Yogyakarta
Kiriman Perdana Produk...
Kiriman Perdana Produk Kelapa Sawit dari Wilmar Nabati lewat Dasbor Nasional
Berita Terkini
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
1 menit yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
37 menit yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
4 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
6 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
7 jam yang lalu
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved