Cegah Tragedi Brexit, Pertamina Jual BBM hingga di Pospol
Senin, 22 Mei 2017 - 18:15 WIB
Cegah Tragedi Brexit, Pertamina Jual BBM hingga di Pospol
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan telah melakukan antisipasi sejak dini untuk mencegah tragedi Brexit (Brebes exit) terulang. Pada musim mudik tahun lalu, terjadi kemacetan panjang di exit tol Brebes Timur yang membuat banyak kendaraan kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Tragedi kemacetan panjang hingga 18 kilometer (km) di ruas tol Pejagan - Brebes Timur tersebut terjadi selain lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang jauh, Pertamina juga kesulitan mengirimkan pasokan BBM ke sejumlah SPBU lantaran akses terkunci kemacetan.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Muchammad Iskandar mengungkapkan, pihaknya akan mengamankan pasokan BBM di sejumlah titik yang rawan. Bahkan, Pertamina akan menyiapkan BBM di pos kepolisian (pospol) yang berada di sekitar ruas tol.
"Pengalaman tahun lalu yang cukup mencekam di Brexit. Tahun ini antisipasinya cukup intens, sudah koordinasi dengan kepolsiian, Jasamarga. Di pos rest area yang dibangun kepolilsian, kita juga kerja sama menyiapkan layanna penjualan BBM," ujarnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (21/5/2017).
Di beberapa ruas tol yang belum memiliki rest area, lanjut dia, Pertamina juga akan menyiapkan SPBU portable dan penjualan BBM dalam bentuk kemasan. Dengan begitu, masyarakat pun tidak akan kesulitan mendapatkan bahan bakar.
"Ada beberapa ruas tol yang belum ada rest area nya, kita pakai portable layanan kemasan, mobil tanki atau mobile SPBU. Titik itu kita isi dengan layanan seperti itu, sehingga untuk kemudahan masyarakat membeli di area itu," imbuhnya.
Iskandar menambahkan, perseroan juga telah menyiapkan armada sepeda motor untuk menjemput bola mengedarkan BBM ke masyarakat yang berada di ruas tol. Hal ini guna mencegah terjadinya antrian panjang di SPBU.
"Armada sepeda motor untuk jemput bola sudah kita siapkan. Saya cek di Cikampek sudah disiapkan, untuk terjadi antisipasi kemcetan yang berkepanjangan. Itu semua tidak terlepas dari dukungan semua pihak bagaimana kita jaga kegaitan ini supaya berjalan dengan sukses," tuturnya.
Untuk mendistribusikan BBM, kata Iskandar, pihaknya juga akan meminta dukungan aparat kepolisian untuk menerapkan mekanisme lawan arus (contra flow). "Ini untuk memberi ruang gerak mobil tanki untuk dibawa ke area SPBU nya dan dengan pengawalan. Mudik sampai balik tentu akan kita persiapkan sebaik mungkin," tandasnya.
Tragedi kemacetan panjang hingga 18 kilometer (km) di ruas tol Pejagan - Brebes Timur tersebut terjadi selain lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang jauh, Pertamina juga kesulitan mengirimkan pasokan BBM ke sejumlah SPBU lantaran akses terkunci kemacetan.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Muchammad Iskandar mengungkapkan, pihaknya akan mengamankan pasokan BBM di sejumlah titik yang rawan. Bahkan, Pertamina akan menyiapkan BBM di pos kepolisian (pospol) yang berada di sekitar ruas tol.
"Pengalaman tahun lalu yang cukup mencekam di Brexit. Tahun ini antisipasinya cukup intens, sudah koordinasi dengan kepolsiian, Jasamarga. Di pos rest area yang dibangun kepolilsian, kita juga kerja sama menyiapkan layanna penjualan BBM," ujarnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (21/5/2017).
Di beberapa ruas tol yang belum memiliki rest area, lanjut dia, Pertamina juga akan menyiapkan SPBU portable dan penjualan BBM dalam bentuk kemasan. Dengan begitu, masyarakat pun tidak akan kesulitan mendapatkan bahan bakar.
"Ada beberapa ruas tol yang belum ada rest area nya, kita pakai portable layanan kemasan, mobil tanki atau mobile SPBU. Titik itu kita isi dengan layanan seperti itu, sehingga untuk kemudahan masyarakat membeli di area itu," imbuhnya.
Iskandar menambahkan, perseroan juga telah menyiapkan armada sepeda motor untuk menjemput bola mengedarkan BBM ke masyarakat yang berada di ruas tol. Hal ini guna mencegah terjadinya antrian panjang di SPBU.
"Armada sepeda motor untuk jemput bola sudah kita siapkan. Saya cek di Cikampek sudah disiapkan, untuk terjadi antisipasi kemcetan yang berkepanjangan. Itu semua tidak terlepas dari dukungan semua pihak bagaimana kita jaga kegaitan ini supaya berjalan dengan sukses," tuturnya.
Untuk mendistribusikan BBM, kata Iskandar, pihaknya juga akan meminta dukungan aparat kepolisian untuk menerapkan mekanisme lawan arus (contra flow). "Ini untuk memberi ruang gerak mobil tanki untuk dibawa ke area SPBU nya dan dengan pengawalan. Mudik sampai balik tentu akan kita persiapkan sebaik mungkin," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :