Nilai Piutang Subrogasi Perum Jamkrindo Rp5,9 Triliun

Rabu, 24 Mei 2017 - 05:17 WIB
Nilai Piutang Subrogasi...
Nilai Piutang Subrogasi Perum Jamkrindo Rp5,9 Triliun
A A A
JAKARTA - Nilai piutang subrogasi Perum Jamkrindo sampai dengan April 2017 secara keseluruhan mencapai Rp5,9 triliun dan khusus yang ada di Bank BTN sebesar Rp246,9 miliar.

"Sementara total volume penjaminan Perum Jamkrindo di PT Bank BTN (Persero) Tbk sampai Mei 2017 mencapai Rp39,4 triliun," kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding Anwar di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Sementara untuk total volume penjaminan PT Jamkrindo Syariah di Bank BTN (Persero) Tbk mencapi Rp949 miliar.

Sebelumnya dalam rangka mengoptimalkan sinergi BUMN yang sudah berjalan, Perum Jamkrindo dan Bank BTN juga melakukan kerja sama pembentukan perusahaan pengelolaan aset (asset management) melalui kerja sama antara PT Jamkrindo Syariah (anak perusahaan Perum Jamkrindo) dengan Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT BTN (Persero) Tbk dan Dana Pensiun BTN.

“Pada masanya jika diinginkan, perusahaan yang akan dibentuk dapat juga ditingkatkan statusnya menjadi anak usaha BUMN,” katanya.

Menurutnya, perusahaan pengelola aset ini memiliki pasar yang cukup besar dan sangat potensial yang berasal dari piutang subrograsi Perum Jamkrindo baik yang berasal dari klaim penjaminan kredit KPR dari PT Bank BTN (Persero) Tbk atau lembaga keuangan lainnya yang beragunan properti.

Disamping itu, juga akan bisa mengelola aset NPL PT Bank BTN (Persero) Tbk bahkan tidak menutup kemungkinan mengelola NPL Bank lain atau lembaga keuangan lainnya serta piutang subrograsi Perum Jamkrindo, baik yang telah maupun belum memiliki kerja sama dengan Perum Jamkrindo.

“Pembentukan perusahaan pengelola aset properti ini diharapkan dapat meningkatkan aset melalui penerimaan deviden, menciptakan usaha baru, penyerapan tenaga kerja, dan optimalisasi harga jual aset dengan terlebih dahulu dilakukan renovasi sehingga lebih layak, menarik dan siap huni bagi calon pembeli,” ujar dia.

Dari sisi demand pembentukan, marketplace properti kerja sama dengan Digital Sales Agent (Agregator) melalui penyedian rumah siap huni melalui kerja sama dengan Lembaga keuangan lain atau Perusahaan Pengelola Asset lainnya ataupun alternatif sumber pemenuhan target penyediaan 1 juta rumah yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Potret Kinerja Bank...
Potret Kinerja Bank BTN di Kuartal III/2020 Saat Pandemi
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
16 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
31 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved