Harga Minyak Naik Terimbas Keyakinan Pasar terhadap OPEC

Rabu, 24 Mei 2017 - 09:36 WIB
Harga Minyak Naik Terimbas...
Harga Minyak Naik Terimbas Keyakinan Pasar terhadap OPEC
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia naik didukung meningkatkan keyakinan bahwa penurunan produksi yang dipimpin oleh OPEC yang bertujuan untuk memperketat pasar akan berlanjut hingga akhir 2017 dan kuartal pertama tahun depan.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/5/2017), harga minyak brent naik 13 sen dari penutupan terakhirnya ke level USD54,28 per barel. Sementara, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD51,58 atau naik 11 sen.

Kedua tolok ukur harga minyak tersebut telah meningkat lebih dari 12% dari posisi terendah pada bulan ini. Harga telah pulih pada konsensus yang berkembang bahwa sebuah janji yang dikeluarkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia, untuk mengurangi pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) akan diperpanjang sampai Maret 2018.

"OPEC akan bertemu pada 25 Mei dengan agenda utama untuk memperpanjang potongan pasokan. Dengan saham minyak tidak berada pada tujuan OPEC, dengan target tingkat rata-rata lima tahun terakhir, perpanjangan pemotongan tampaknya hanya sebuah kesimpulan yang terdahulu," Kata BNP Paribas.

Meskipun ada tanda-tanda persediaan baru-baru ini, saham secara keseluruhan membengkak setelah produksi berlebihan. Alasan utama mengapa pasar belum diperkuat lagi adalah produksi minyak AS yang telah melonjak lebih dari 10% sejak pertengahan 2016 sampai 9,3 juta barel per hari.

Mendapatkan keuntungan dari struktur pasar yang dikenal sebagai contango, di mana harga minyak di masa depan lebih tinggi dari pengiriman segera, pengebor AS telah menjual produksi masa depan untuk membiayai perluasan produksi.

Untuk menghentikan ini, beberapa analis seperti tim riset minyak di Goldman Sachs, telah menyarankan agar kurva harga didorong mundur, di mana harga minyak di masa depan berada di bawah harga saat ini.

Apakah ini akan menghentikan produksi AS dari kenaikan tidak jelas. "Tampaknya pertumbuhan produksi 0,5 juta bpd tahun ini, 0,4 juta bpd berasal dari perusahaan minyak besar yang kurang sensitif terhadap faktor-faktor seperti bentuk kurva," kata Virendra Chauhan, analis Energy Aspect.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
14 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
24 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
40 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
41 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
51 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved