IHSG Ditutup Jatuh untuk Hari Ketiga Berturut-turut
Rabu, 24 Mei 2017 - 16:43 WIB
IHSG Ditutup Jatuh untuk Hari Ketiga Berturut-turut
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup turun lagi atau melemah dalam tiga berturut-turut. Bursa saham Tanah Air berakhir ke level 5.703,43 atau melemah 27,18 poin setara 0,47% di tengah mayoritas bursa saham Asia menguat.
IHSG pada sesi pagi dibuka melemah 53,16 poin setara 0,93% ke level 5.677,46 dan masih belum beranjak dari zona merah dengan melemah 53,66 poin atau 0,94% ke level 5.676,95. Sedangkan kemarin ditutup ke level 5.730,61 atau melemah 18,83 poin setara 0,33%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni perdagangan yang melemah 0,93% dan sektor yang menguat tertinggi yaitu perkebunan yang naik 0,31%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,73 triliun dengan 10,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp135,70 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,22 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,36 triliun. Tercatat sebesar 143 saham menguat, 198 melemah dan 136 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp500 menjadi Rp73.600, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp100 menjadi Rp2.170, dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp75 menjadi Rp5.725.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp100 menjadi Rp6.450, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah Rp50 menjadi Rp6.525, dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbkl (IBST)turun Rp45 menjadi Rp1.760.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (24/5/2017), bursa utama Asia mayoritas menguat setelah lembaga pemerintah Moodys menurunkan peringkat kredit China dan karena investor menunggu keputusan dari Federal Reserve (The Fed) dan pertemuan OPEC mendatang.
Moody's Investor Service menurunkan peringkat kredit China menjadi A1 dari Aa3, dan mengubah outlook menjadi stabil dari negatif. Sementara reformasi yang direncanakan di China akan memperlambat peningkatan leverage dalam ekonomi, sementara reformasi yang direncanakan di China akan menghambat kenaikan leverage, Moody's memperingatkan.
Dolar Australia tergelincir di sekitar level 0,7480 ke level 0,7452 setelah pengumuman tersebut. China termasuk di antara pasar ekspor terbesar di Australia.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,66% atau 129,7 poin ke level 19.742,68 dan di Korea Selatan Indeks Kospi naik 0,24% atau 5,6 poin menjadi 2.317,34. Selain itu, Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 mengakhiri sesi ini lebih tinggi sebesar 0,15% atau 8.809 poin ke level 5.769.
Sementara, pasar daratan China mixed mengikuti penurunan peringkat oleh Moodys, namun pulih dari posisi terendahnya di pasar terbuka. Indeks Hang Seng turun 0,14% pada pukul 3:02 siang.
Sedangkan Shanghai Composite membalikkan penurunan sebelumnya menjadi ditutup 0,06% atau 1,8434 poin lebih tinggi ke level 3.063,7904 dan Shenzhen Composite naik 0,525% atau 9,4016 poin menjadi 1.798,8692.
IHSG pada sesi pagi dibuka melemah 53,16 poin setara 0,93% ke level 5.677,46 dan masih belum beranjak dari zona merah dengan melemah 53,66 poin atau 0,94% ke level 5.676,95. Sedangkan kemarin ditutup ke level 5.730,61 atau melemah 18,83 poin setara 0,33%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni perdagangan yang melemah 0,93% dan sektor yang menguat tertinggi yaitu perkebunan yang naik 0,31%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,73 triliun dengan 10,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp135,70 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,22 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,36 triliun. Tercatat sebesar 143 saham menguat, 198 melemah dan 136 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp500 menjadi Rp73.600, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp100 menjadi Rp2.170, dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp75 menjadi Rp5.725.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp100 menjadi Rp6.450, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah Rp50 menjadi Rp6.525, dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbkl (IBST)turun Rp45 menjadi Rp1.760.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (24/5/2017), bursa utama Asia mayoritas menguat setelah lembaga pemerintah Moodys menurunkan peringkat kredit China dan karena investor menunggu keputusan dari Federal Reserve (The Fed) dan pertemuan OPEC mendatang.
Moody's Investor Service menurunkan peringkat kredit China menjadi A1 dari Aa3, dan mengubah outlook menjadi stabil dari negatif. Sementara reformasi yang direncanakan di China akan memperlambat peningkatan leverage dalam ekonomi, sementara reformasi yang direncanakan di China akan menghambat kenaikan leverage, Moody's memperingatkan.
Dolar Australia tergelincir di sekitar level 0,7480 ke level 0,7452 setelah pengumuman tersebut. China termasuk di antara pasar ekspor terbesar di Australia.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,66% atau 129,7 poin ke level 19.742,68 dan di Korea Selatan Indeks Kospi naik 0,24% atau 5,6 poin menjadi 2.317,34. Selain itu, Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 mengakhiri sesi ini lebih tinggi sebesar 0,15% atau 8.809 poin ke level 5.769.
Sementara, pasar daratan China mixed mengikuti penurunan peringkat oleh Moodys, namun pulih dari posisi terendahnya di pasar terbuka. Indeks Hang Seng turun 0,14% pada pukul 3:02 siang.
Sedangkan Shanghai Composite membalikkan penurunan sebelumnya menjadi ditutup 0,06% atau 1,8434 poin lebih tinggi ke level 3.063,7904 dan Shenzhen Composite naik 0,525% atau 9,4016 poin menjadi 1.798,8692.
(izz)
Lihat Juga :