Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:53 WIB
loading...
Dikepung Sanksi Barat,...
Anomali sektor ketenagakerjaan sedang terjadi di Rusia, ketika banyak negara maju terseok-seok menghadapi gelombang PHK dan tingginya angka pengangguran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Anomali sektor ketenagakerjaan sedang terjadi di Rusia , ketika banyak negara maju terseok-seok menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tingginya angka pengangguran. Namun Negara Beruang Putih ini yang terus-menerus dikepung sanksi ekonomi oleh Blok Barat, mendadak melaporkan kondisi pasar tenaga kerja yang luar biasa kokoh dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2026), Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova membongkar data yang mencengangkan dunia. Tingkat partisipasi angkatan kerja di Rusia melesat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 61,5%.

Di saat yang sama, angka pengangguran berhasil ditekan habis hingga tersisa 2,2% saja-sebuah angka yang dinilai mustahil bagi negara yang sedang terisolasi secara geopolitik. Namun di balik angka-angka fantastis tersebut, Moskow ternyata sedang menyimpan kecemasan besar terkait produktivitas pekerjanya dan mulai melirik teknologi masa depan secara agresif.

Baca Juga: Sanksi Barat Tak Berdaya, Rusia Catat Rekor Pengangguran Terendah

Paradoks Rusia: Unggul Cetak Pekerja, Tapi Kalah Produktivitas

Pencapaian ketenagakerjaan Rusia ini menyisakan tantangan struktural yang mendalam. Golikova mengakui adanya paradoks besar di negaranya. Meskipun Rusia diakui sebagai salah satu pemimpin global dalam melatih tenaga kerja vokasi (kejuruan) yang sangat terampil, produktivitas kerja mereka secara riil ternyata masih tercecer di peringkat ke-37 dunia.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved