Kurangi Pengangguran, Pemda Diminta Perbanyak Bursa Kerja

Sabtu, 27 Mei 2017 - 19:23 WIB
Kurangi Pengangguran,...
Kurangi Pengangguran, Pemda Diminta Perbanyak Bursa Kerja
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta pemerintah daerah (Pemda) memperbanyak penyelenggaraan bursa kerja untuk mengurangi pengangguran di daerah. Selain sebagai ajang pertemuan langsung pencari kerja dengan pemberi kerja tanpa diskriminasi, bursa kerja juga upaya mendukung program pemerintah menurunkan angka pengangguran.

"Bursa kerja merupakan upaya mendukung program pemerintah menurunkan angka pengangguran juga sekaligus mempromosikan berbagai kebijakan dan program penempatan tenaga kerja secara nasional," kata Menaker Hanif dalam rilisnya, Jakarta, Sabtu (27/5/2017).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2017, angka pengangguran mengalami penurunan menjadi 5,33% dari sebelumnya 5,50%. Angka ini turun 0,17% dibanding Februari 2016 di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang juga mengalami pertumbuhan.

Selama ini angka pengangguran di Indonesia disebabkan beberapa hal. Antara lain, pertumbuhan angkatan kerja tinggi, pertumbuhan kesempatan kerja masih rendah, pendayagunaan tenaga kerja yang masih sangat rendah, tingkat pendidikan dan produktifitas tenaga kerja yang masih relatif rendah dan penyebaran penduduk yang tidak merata.

"Ketidakseimbangan yang diakibatkan adanya kesenjangan informasi antara perusahaan, pengguna tenaga kerja dengan pencari kerja sering terjadi perusahaan pengguna tenaga kerja sulit mencari tenaga kerja yang sesuai kualifikasi dan jabatan yang tersedia," kata dia.

Menurutnya, dengan dilaksanakannya kegiatan semacam Job Fair, dapat terjadi percepatan pertemuan antara pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja. Pelaksanaan Job fair tidak terlepas dari partisipasi aktif para pengusaha dalam menyerap ketersediaan tenaga kerja.

Adanya lowongan kerja, merupaka indikator adanya pertumbuhan dibidang ekonomi, baik di sektor-sektor pemerintahan maupun di dunia usaha lainnya. "Pemerintah juga senantiasa memfasilitasi dan berupaya menciptakan sistem usaha yang kondusif dan berpihak pada usaha swasta yang banyak menyerap tenaga kerja," kata Hanif.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Miris, Pengangguran...
Miris, Pengangguran di Indonesia Paling Banyak dari Usia Muda
Turunkan Pengangguran,...
Turunkan Pengangguran, Pengantar Kerja Tersebar di Seluruh Indonesia
Pengangguran Banyak...
Pengangguran Banyak Didominasi Lulusan SMA sampai Sarjana
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
BSKDN Kembangkan Instrumen...
BSKDN Kembangkan Instrumen untuk Ukur Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran
Pandemi Covid-19, Partisipasi...
Pandemi Covid-19, Partisipasi dan Peran Pekerja Perempuan Perlu Ditingkatkan
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
21 menit yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
34 menit yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
56 menit yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
2 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
2 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved