Penerapan BPNT Akan Mengurangi Outlet Bulog

Selasa, 30 Mei 2017 - 00:11 WIB
Penerapan BPNT Akan...
Penerapan BPNT Akan Mengurangi Outlet Bulog
A A A
JAKARTA - Penerapan kebijakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) program Rastra (beras sejahtera) dengan sistem kartu akan mengurangi outlet Bulog yang berdampak pada menumpuknya pengadaan beras. Selain itu, ke depan akan berdampak pada penyerapan gabah/beras petani oleh Bulog.

Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwidjono Hadi Darwanto mengatakan, berkurangnya penyerapan gabah/beras petani oleh Bulog tentu akan berdampak pada fluktuasi harga yang lebar ditingkat produsen atau petani.

"Berkurangnya outlet Bulog akan berdampak pula pada volume penyimpanan gabah/beras oleh Bulog serta menuntut Bulog harus mampu membuka outlet ke konsumen secara komersial, seperti penjualan dengan kemasan untuk berbagai macam kualitas beras," ujarnya di Jakarta.

Menurut dia, kebijakan BPNT akan berdampak pada pengurangan kekuatan Bulog untuk stabilitas harga beras karena semakin sedikitnya stok yang dikelola Bulog, terutama hanya untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan untuk stabilisasi pangan.

"Kalau stok yang dikelola sedikit, maka Bulog tidak akan mampu melaksanakan stabilisasi harga di pasar. Otomatis semakin menurunkan kemampuan Bulog sebagai penyangga keberlanjutan ketersediaan pangan, terutama beras," jelasnya.

Dwidjono melanjutkan, penerapan program baru mengganti program yang sedang berjalan sebaiknya dilakukan secara bertahap, untuk jangka waktu yang cukup. Sehingga memberikan waktu penyesuaian bagi instansi besar seperti Bulog.

"Program ini terkesan terburu-buru. Untuk pelaksanaan distribusi Rastra perlu dilakukan bertahap dari daerah urban, sub urban, dan rural. Distribusi dengan sistem kartu ini bisa bermasalah untuk masyarakat di remote area karena tidak ada jaringan internet," tuturnya.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso mengatakan, Bulog sebagai operator akan mendukung program pemerintah. Namun pihaknya mempertanyakan peran Bulog terkait Inpres nomor 5 tahun 2015 tentang pengadaan gabah beras dan penyaluran beras oleh pemerintah.

"Kalau Rastra berubah menjadi BPNT dan penyediaan beras menjadi free market diserahkan menjadi pangan non tunai, maka yang perlu diperhatikan apabila Bulog tetap melaksanakan Inpres no 5 adalah serapan bulog ini di aspek hilir outletnya seperti apa," ungkapnya.

Karyawan menambahkan, opsi lainnya, Bulog menyarankan pemerintah untuk memperbesar CBP. "Yang jelas kami tetap melaksanakan Inpres nomor 5 tahun 2015 tapi harus ada opsi untuk outletnya. Kami mungkin menyarankan CBP. Pemerintah wajib mempunyai cadangan stok beras yang cukup," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadapi Ramadhan dan...
Hadapi Ramadhan dan Lebaran, Bulog Aceh Pastikan Pasokan Pangan Surplus
Perkuat Ketahanan Pangan...
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG Siap Dukung Koperasi Merah Putih
Bos Bulog dan Badan...
Bos Bulog dan Badan Pangan Grebek Pasar, Ada Apa?
Harga Beras SHPP Naik,...
Harga Beras SHPP Naik, Bos Bulog Klaim Permintaan Tetap Tinggi
Bulog Siap Jaga Stabilitas...
Bulog Siap Jaga Stabilitas Pangan 2024
Bulog Beri Kabar Tak...
Bulog Beri Kabar Tak Sedap, Harga Beras Meroket di Awal 2024
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved