IHSG Dibuka Memerah Saat Mayoritas Bursa Utama Tutup
Selasa, 30 Mei 2017 - 09:31 WIB
IHSG Dibuka Memerah Saat Mayoritas Bursa Utama Tutup
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (30/5/2017) dibuka memerah, untuk melanjutkan tren negatif sejak kemarin. Bursa saham Tanah Air pagi ini turun 4,85 poin atau setara dengan 0,08% menjadi 5.707,48.
Sebelumnya pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG berakhir berakhir ke zona negatif. Indeks ditutup kehilangan 4,48 poin atau 0,08% ke 5.712,33 ketika mayoritas sektor saham berakhir di zona merah, dengan saham infrastruktur memimpin pelemahan.
Sedangkan pada pagi ini, sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor Infrastruktur minus 0.21%, sedangkan perdagangan menguat 0.41%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp99 miliar dengan 213 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp2,62 miliar dengan aksi jual asing Rp27,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp24,8 miliar. Tercatat 99 saham naik, 45 turun dan 92 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) naik Rp1.125 menjadi Rp7.350, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp125 menjadi Rp73.525 dan PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) melompat Rp70 menjadi Rp1.195.
Di sisi lain beberapa saham yang melemah adalah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp300 ke posisi Rp4.900, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) menyusut Rp165 menjadi Rp1.780 serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) berkurang Rp75 menjadi Rp17.700.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (30/5/2017) pasar saham Asia pada awal perdagangan mendatar, saat beberapa pasar utama di seluruh dunia tutup karena libur seperti China, Amerika Serikat hingga Inggris. Tercatat indeks Nikkei Jepang memerah pagi ini di level 19.577,97, usai kehilangan 104,60 poin atau setara dengan 0,53%.
Penyusutan pasar saham di Jepang, sedikit terimbas dari data ekonomi yang menunjukkan pengeluaran rumah tangga jatuh 1,4% pada bulan April, lebih lemah dari perkiraan 0,7%. Sementara penjualan ritel April meningkat 3,2%, dibandingkan perkiraan kenaikan sebelumnya 2,3%.
Ada sedikit reaksi dalam yen, yang diperdagangkan pada kisaran 111.21 sebelum rilis data. Dolar versus yen diperdagangkan sedikit lebih rendah menjadi 111.18. Sementara bursa saham Australia tidak jauh berbeda ketika lebih rendah 0,01%.
Indeks Kospi di Korea Selatan sempat mencetak hasil positif dengan tambahan 0,11%, sebelumnya kembali menyusut ke posisi 2.341,65 setelah turun 11,32 poin atau 0,48%. Indeks Hang Seng di Hong Kong dan China pada hari ini ditutup karena libur, sedangkan pasar saham AS juga tidak buka karena libur Memorial Day.
Sebelumnya pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG berakhir berakhir ke zona negatif. Indeks ditutup kehilangan 4,48 poin atau 0,08% ke 5.712,33 ketika mayoritas sektor saham berakhir di zona merah, dengan saham infrastruktur memimpin pelemahan.
Sedangkan pada pagi ini, sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor Infrastruktur minus 0.21%, sedangkan perdagangan menguat 0.41%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp99 miliar dengan 213 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp2,62 miliar dengan aksi jual asing Rp27,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp24,8 miliar. Tercatat 99 saham naik, 45 turun dan 92 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) naik Rp1.125 menjadi Rp7.350, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp125 menjadi Rp73.525 dan PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) melompat Rp70 menjadi Rp1.195.
Di sisi lain beberapa saham yang melemah adalah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp300 ke posisi Rp4.900, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) menyusut Rp165 menjadi Rp1.780 serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) berkurang Rp75 menjadi Rp17.700.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (30/5/2017) pasar saham Asia pada awal perdagangan mendatar, saat beberapa pasar utama di seluruh dunia tutup karena libur seperti China, Amerika Serikat hingga Inggris. Tercatat indeks Nikkei Jepang memerah pagi ini di level 19.577,97, usai kehilangan 104,60 poin atau setara dengan 0,53%.
Penyusutan pasar saham di Jepang, sedikit terimbas dari data ekonomi yang menunjukkan pengeluaran rumah tangga jatuh 1,4% pada bulan April, lebih lemah dari perkiraan 0,7%. Sementara penjualan ritel April meningkat 3,2%, dibandingkan perkiraan kenaikan sebelumnya 2,3%.
Ada sedikit reaksi dalam yen, yang diperdagangkan pada kisaran 111.21 sebelum rilis data. Dolar versus yen diperdagangkan sedikit lebih rendah menjadi 111.18. Sementara bursa saham Australia tidak jauh berbeda ketika lebih rendah 0,01%.
Indeks Kospi di Korea Selatan sempat mencetak hasil positif dengan tambahan 0,11%, sebelumnya kembali menyusut ke posisi 2.341,65 setelah turun 11,32 poin atau 0,48%. Indeks Hang Seng di Hong Kong dan China pada hari ini ditutup karena libur, sedangkan pasar saham AS juga tidak buka karena libur Memorial Day.
(akr)
Lihat Juga :