Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Beri Dampak Penurunan Kemiskinan
Rabu, 31 Mei 2017 - 17:24 WIB
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Beri Dampak Penurunan Kemiskinan
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada daerah-daerah khususnya di luar Jawa mulai menggeliat. Hal ini disampaikan saat membuka rapat terbatas terkait evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas Provinsi Bengkulu.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada kuartal pertama 2017 tumbuh mencapai 5,21% atau dianggap di atas pertumbuhan ekonomi nasional. "Artinya ini sangat baik. Tapi sekali lagi saya minta agar pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi itu harus bisa berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di provinsi bengkulu yang saat ini masih cukup tinggi yakni sebesar 17,03%," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menerangkan perhatian juga diberikan pada aspek pemerataan pembangunan baik menyangkut pemerataan antar wilayah dan antar daerah. Maka itu, pembangunan difokuskan untuk menekan tingkat kesenjangan di Bengkulu.
Lebih lanjut menurutnya pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan terus tumbuh jika mampu mengatasi konektivitas antar wilayah. Jokowi juga mengaku mendapat informasi masih ada sekitar 48,7% atau sekitar 653 desa terisolir di Bengkulu.
Selain itu, konektivitas dari Bengkulu ke Provinsi lain juga dipandang masih terbatas. "Untuk itu saya minta konektivitas harus jadi perhatian dan harus ditingkatkan baik antar wilayah di provinsi Bengkulu maupun dengan provinsi yang lainnya," pungkasnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada kuartal pertama 2017 tumbuh mencapai 5,21% atau dianggap di atas pertumbuhan ekonomi nasional. "Artinya ini sangat baik. Tapi sekali lagi saya minta agar pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi itu harus bisa berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di provinsi bengkulu yang saat ini masih cukup tinggi yakni sebesar 17,03%," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menerangkan perhatian juga diberikan pada aspek pemerataan pembangunan baik menyangkut pemerataan antar wilayah dan antar daerah. Maka itu, pembangunan difokuskan untuk menekan tingkat kesenjangan di Bengkulu.
Lebih lanjut menurutnya pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan terus tumbuh jika mampu mengatasi konektivitas antar wilayah. Jokowi juga mengaku mendapat informasi masih ada sekitar 48,7% atau sekitar 653 desa terisolir di Bengkulu.
Selain itu, konektivitas dari Bengkulu ke Provinsi lain juga dipandang masih terbatas. "Untuk itu saya minta konektivitas harus jadi perhatian dan harus ditingkatkan baik antar wilayah di provinsi Bengkulu maupun dengan provinsi yang lainnya," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :