Tarif Transportasi Lebaran Bisa Memicu Inflasi Tinggi
Jum'at, 02 Juni 2017 - 13:45 WIB
Tarif Transportasi Lebaran Bisa Memicu Inflasi Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan tarif transportasi terutama pesawat terbang akan mengalami kenaikan. Hal tersebut dikhawatirkan akan memicu inflasi.
Padahal, pemerintah sudah memberikan batasan terhadap harga tiket pesawat, dengan harga tertinggi dan terendah. Namun, tetap saja akan ada dampaknya terhadap inflasi Juni.
"Biasanya kalau Lebaran transportasi memang berpengaruh, tapi saya belum bisa memberikan angka. Pasti akan ada dampaknya terhadap Lebaran, tapi sebetulnya sudah ada peraturan yang membatasi harga tertinggi dan sebagainya, tapi ketika orang pulang kampung kemudian dia sudah desperate, biasanya berapapun (harganya) akan diambil," katanya dia Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Namun, untuk Lebaran tahun ini tarif transportasi tidak akan berpengaruh terlalu jauh terhadap inflasi Juni. Meskipun, jika dilihat pola nya selama beberapa tahun ini, pasti ada pengaruh.
"Biasanya ketika Lebaran atau puasa minggu terakhir itu ada kenaikan harga transportasi biasanya. Kalau kita lihat itu polanya seperti itu, wajar kalau puasa sama Lebaran itu inflasinya agak tinggi, biasanya akan seperti itu karena ada permintaan," tutur Suhariyanto.
Pihaknya juga berharap kenaikan tarif transportasi ini bisa ditutupi dengan bahan makanan. Pasalnya, pemerintah sudah mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok sejak beberapa hari lalu dengan mencukupi stok.
"Selain itu, mereka diminta untuk tidak menimbun, saya pikir pengaruhnya besar dan saya harus bilang harga-harga bahan makanan lebih terkendali tahun ini. Ini sedikit naik saja. Kalau kita lihat bulan lalu kan mengalami deflasi," ujar dia.
Padahal, pemerintah sudah memberikan batasan terhadap harga tiket pesawat, dengan harga tertinggi dan terendah. Namun, tetap saja akan ada dampaknya terhadap inflasi Juni.
"Biasanya kalau Lebaran transportasi memang berpengaruh, tapi saya belum bisa memberikan angka. Pasti akan ada dampaknya terhadap Lebaran, tapi sebetulnya sudah ada peraturan yang membatasi harga tertinggi dan sebagainya, tapi ketika orang pulang kampung kemudian dia sudah desperate, biasanya berapapun (harganya) akan diambil," katanya dia Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Namun, untuk Lebaran tahun ini tarif transportasi tidak akan berpengaruh terlalu jauh terhadap inflasi Juni. Meskipun, jika dilihat pola nya selama beberapa tahun ini, pasti ada pengaruh.
"Biasanya ketika Lebaran atau puasa minggu terakhir itu ada kenaikan harga transportasi biasanya. Kalau kita lihat itu polanya seperti itu, wajar kalau puasa sama Lebaran itu inflasinya agak tinggi, biasanya akan seperti itu karena ada permintaan," tutur Suhariyanto.
Pihaknya juga berharap kenaikan tarif transportasi ini bisa ditutupi dengan bahan makanan. Pasalnya, pemerintah sudah mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok sejak beberapa hari lalu dengan mencukupi stok.
"Selain itu, mereka diminta untuk tidak menimbun, saya pikir pengaruhnya besar dan saya harus bilang harga-harga bahan makanan lebih terkendali tahun ini. Ini sedikit naik saja. Kalau kita lihat bulan lalu kan mengalami deflasi," ujar dia.
(izz)
Lihat Juga :