Harga Minyak Melemah karena Produksi AS Ganggu Upaya OPEC

Senin, 05 Juni 2017 - 08:40 WIB
Harga Minyak Melemah...
Harga Minyak Melemah karena Produksi AS Ganggu Upaya OPEC
A A A
SINGAPURA - Pasar minyak melemah pada hari ini dengan minyak brent berjuang untuk mempertahankan harga di level USD50 per barel karena upaya yang dipimpin OPEC untuk memperketat pasar terganggu dengan produksi minyak AS yang terus meningkat.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/6/2017), harga minyak brent sempat naik di atas USD50 per barel pada awal perdagangan, namun sempat turun kembali ke level USD49,94 per barel pada pukul 00:40 GMT.

Sementara, harga minyak As West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD47,69 per barel, terbebani oleh kenaikan yang sedang berlangsung pada produksi AS.

Meskipun ada tanda-tanda bahwa sebuah usaha yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mengendalikan produksi hampir 1,8 juta barel per hari (bpd) mulai memengaruhi pasokan, para pelaku pasar mengatakan bahwa peningkatan produksi AS yang terus berlanjut merongrong pemotongan tersebut.

Data pengiriman di Thomson Reuters Eikon menunjukkan bahwa pasokan tanker OPEC ke pelanggan di seluruh dunia mencapai 24,3 juta bpd pada Mei, turun dari 24,8 juta bpd pada April dan dibanding dengan rata-rata 25,1 juta bph pada lima bulan pertama tahun ini.

OPEC mengirimkan rata-rata 26,4 juta bpd dalam tiga bulan terakhir pada 2016. Rendahnya harga terjadi karena para pedagang mewaspadai pasokan tinggi meskipun upaya yang dipimpin OPEC untuk mengurangi produksi.

Produksi minyak mentah AS telah melonjak lebih dari 10% sincemid-2016 menjadi 9,34 juta bpd. "Investor terus meragukan kemampuan OPEC untuk menyeimbangkan pasar minyak, dengan harga minyak mentah masih di bawah tekanan di tengah tanda-tanda kenaikan produksi minyak AS," kata bank ANZ hari Senin.

Kenaikan produksi didorong oleh kenaikan 20% pengeboran minyak untuk produksi baru, dengan jumlah rig naik 11 pada pekan ke 2 bulan ini menjadi 733, terbesar sejak April 2015. "Pelepasan data rig juga membebani sentimen," kata ANZ.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
14 menit yang lalu
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
26 menit yang lalu
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
1 jam yang lalu
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
1 jam yang lalu
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved