Izin Tak Diberikan, Banyak Pengusaha Kapal Ikan Nasional Gulung Tikar

Rabu, 07 Juni 2017 - 15:09 WIB
Izin Tak Diberikan,...
Izin Tak Diberikan, Banyak Pengusaha Kapal Ikan Nasional Gulung Tikar
A A A
JAKARTA - Sejak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan larangan kapal buatan luar negeri (eks asing) dan transshipment atau alih muatan di tengah laut pada 2014, sejumlah kapal milik pelaku usaha perikanan nasional berhenti beroperasi. Bahkan, banyak di antara mereka gulung tikar.

Banyak pihak mempertanyakan kebijakan Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyamaratakan kapal asing dengan kapal eks asing yang notabene sudah dimiliki pelaku usaha nasional dengan pemilikan saham 100% warga Indonesia.

Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB, Rokhmin Dahuri memandang peraturan Menteri Susi tidak masuk akal bahkan dianggap tidak tepat. Susi harus berani transparan ketika satuan tugas (satgas) yang telah melakukan analisis dan evaluasi (anev) menyatakan beberapa pelaku usaha tidak masuk kategori daftar hitam.

"Ya, ini tidak tepat. Kan kapal eks asing itu sudah diperiksa satgasnya (Susi). Jadi artinya mereka itu sudah ada yang clear and clear. Kapal-kapal ini juga kan sudah dimiliki orang Indonesia selama puluhan tahun," ujar mantan menteri kelautan dan perikanan ini di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Lebih lanjut, Rokhmin mengatakan, bila bijakasana seharusnya berdasarkan hasil kajian timnya (satgas) yang tidak berdosa itu diaktifkan kembali. Tapi menjadi aneh, karena semua dibiarkan mangkrak tanpa kejelasan. "Jadi persepsi orang itu kan negatif," ucapnya.

Tercatat, akibat dampak dari kebijakan KKP beberapa pelaku usaha akhirnya terpaksa gulung tikar. Selain itu, produksi ekspor menurun, nelayan makin sengsara, pengangguran semakin banyak.

"Secara ekonomi ini sangat bertolak belakang dengan niatan awal Presiden (Joko Widodo) Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kalau poros maritim dunia, artinya kelautan itu sebagai sumber kemakmuran, penciptaan lapangan kerja dan sebagainya," tandas Rokhmin.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved