Pembangunan KA Jakarta-Surabaya Harus Membebaskan 900 Bidang

Kamis, 08 Juni 2017 - 02:14 WIB
Pembangunan KA Jakarta-Surabaya...
Pembangunan KA Jakarta-Surabaya Harus Membebaskan 900 Bidang
A A A
BANDUNG - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan pembangunan Kereta Api Jakarta-Surabaya harus membebaskan sekitar 900 bidang. Hal tersebut dilakukan agar KA tersebut dapat meluncur dengan mulus di kecepatan yang telah ditentukan, mengingat waktu dan kecepatan kereta menjadi pertimbangan.

Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu Pandoe mengatakan jalur lintasan yang akan dilalui KA Jakarta-Surabaya yang melalui pedesaan banyak persimpangan jalan raya perlintasan motor di pedesaan.

"Persimpangan keretanya ini harus dihilangkan, tidak boleh ada perlintasan sebidang," katanya, Rabu (7/6/2017).

Menurutnya, untuk melakukan pembebasan 900 bidang tersebut dapat dilakukan melalui pembangunan rel bawah tanah maupun flyover. Namun hal tersebut perlu adanya kajian yang lebih detail dan matang.

"Lintasan sebidang kereta api lewat yang ada palang pintu bolak-balik harus kita hilangkan," katanya.

Rencananya, kata dia, KA ini menggunakan skema rel eksisting untuk menekan biaya pembangunan. Pasalnya jika harus membangun rel baru akan membutuhkan biaya hingga Rp300 triliun. Sedangkan dengan skema rel yang sudah ada hanya memakan biaya Rp81 triliun. ‎

"Kalau pakai rel baru biaya tiga kali lipat sampai Rp300 triliun, walau kajian belum ada," katanya.

Dengan rel eksisting, lanjutnya, tikungan yang ada atau bidang lengkung perlu diubah dari lintasan yang saat ini ‎hanya mencapai 1.000 meter menjadi 1.800 hingga 2.000 meter bidang lengkung. Sehingga dalam kecepatan yang telah ditentukan, KA bisa meluncur dengan nyaman.

"Ini harus kita ubah supaya radius tikungan bisa lebar. Kemungkinan beberapa titik tikungan harus ada pembebasan lahan," katanya.

Dalam studi kelayakan, pihaknya akan mengidentifikasi kondisi rel ‎saat ini. Dimana lebar yang ada harus mencapai 1.067 milimeter atau sekitar 1,01 meter, dengan begitu kecepatan kereta bisa mencapai 160 km per jam.

"Optimalkan yang ada. Perjalanan Jakarta-Surabaya dapat ditempuh lima sampai enam jam," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
12 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved