Rupiah Dibuka Makin Terjerumus Saat Euro Bertahan Stabil
Kamis, 08 Juni 2017 - 10:12 WIB
Rupiah Dibuka Makin Terjerumus Saat Euro Bertahan Stabil
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini semakin terjerumu, setelah dalam perdagangan kemarin berada di jalur negatif. Kondisi rupiah ini di tengah stabilnya euro terhadap USD.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka di level Rp13.316/USD atau semakin melemah dari posisi kemarin di level Rp13.307/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka melemah ke level Rp13.320.000/USD dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp13.303/USD. Pergerakan harian rupiah berdasarkan Bloomberg hari ini ada di kisaran Rp13.303-Rp13.325/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah mengawali hari ini pada level Rp13.303/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.305/USD atau mendatar dari penutupan kemarin. Hari ini pergerakan rupiah berada pada kisaran Rp13.301-Rp13.324/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (8/6/2017), euro bertahan stabil pada hari ini menjelang pengumuman kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara, poundsterling didukung oleh ekspektasi bahwa partai Perdana Menteri Theresa May akan memenangkan mayoritas dalam pemilihan Inggris.
Euro terhadap USD di level 1,1251, setelah mendapatkan beberapa pijakan setelah tergelincir ke level terendahnya di level 1.1204 kemarin, tertekan oleh laporan yang menunjukkan bahwa ECB akan menurunkan target inflasinya.
Bloomberg, mengutip pejabat zona euro yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa bank sentral bersiap untuk menurunkan perkiraan inflasi tahunannya untuk tiga tahun ke depan menjadi 1,5% dari 1,7%, 1,6%, dan 1,7%.
Euro kemudian mengurangi kerugian setelah sebuah laporan Reuters mengutip sumber yang mengatakan bahwa ECB cenderung menyokong perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi di zona euro meskipun merangsangkan perkiraan inflasinya.
"Bagi saya, risiko euro dimantapkan ke sisi positif, mengingat pasar sudah diperdagangkan kemarin berdasarkan citra dovish (dari ECB)," kata Satoshi Okagawa, analis pasar global senior Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura.
Okagawa menambahkan, euro kemungkinan akan dibeli jika ECB menjaga perkiraan inflasi tidak berubah. ECB secara luas diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tidak berubah pada hari ini, termasuk program pembelian obligasi 2,3 triliun euro dan berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah.
Poundsterling bertahan stabil di level 1,2961, diperdagangkan mendekati posisi puncak kemarin di level 1,2970, level tertinggi sejak 25 Mei.
Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata utama, bertahan stabil di level 96,774. USD terhadap yen naik tipis 0,1% menjadi 109,94 setelah ditarik dari level terendah di posisi 109,155 yen, level terlemah USD sejak 21 April.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka di level Rp13.316/USD atau semakin melemah dari posisi kemarin di level Rp13.307/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka melemah ke level Rp13.320.000/USD dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp13.303/USD. Pergerakan harian rupiah berdasarkan Bloomberg hari ini ada di kisaran Rp13.303-Rp13.325/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah mengawali hari ini pada level Rp13.303/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.305/USD atau mendatar dari penutupan kemarin. Hari ini pergerakan rupiah berada pada kisaran Rp13.301-Rp13.324/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (8/6/2017), euro bertahan stabil pada hari ini menjelang pengumuman kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara, poundsterling didukung oleh ekspektasi bahwa partai Perdana Menteri Theresa May akan memenangkan mayoritas dalam pemilihan Inggris.
Euro terhadap USD di level 1,1251, setelah mendapatkan beberapa pijakan setelah tergelincir ke level terendahnya di level 1.1204 kemarin, tertekan oleh laporan yang menunjukkan bahwa ECB akan menurunkan target inflasinya.
Bloomberg, mengutip pejabat zona euro yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa bank sentral bersiap untuk menurunkan perkiraan inflasi tahunannya untuk tiga tahun ke depan menjadi 1,5% dari 1,7%, 1,6%, dan 1,7%.
Euro kemudian mengurangi kerugian setelah sebuah laporan Reuters mengutip sumber yang mengatakan bahwa ECB cenderung menyokong perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi di zona euro meskipun merangsangkan perkiraan inflasinya.
"Bagi saya, risiko euro dimantapkan ke sisi positif, mengingat pasar sudah diperdagangkan kemarin berdasarkan citra dovish (dari ECB)," kata Satoshi Okagawa, analis pasar global senior Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura.
Okagawa menambahkan, euro kemungkinan akan dibeli jika ECB menjaga perkiraan inflasi tidak berubah. ECB secara luas diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tidak berubah pada hari ini, termasuk program pembelian obligasi 2,3 triliun euro dan berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah.
Poundsterling bertahan stabil di level 1,2961, diperdagangkan mendekati posisi puncak kemarin di level 1,2970, level tertinggi sejak 25 Mei.
Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata utama, bertahan stabil di level 96,774. USD terhadap yen naik tipis 0,1% menjadi 109,94 setelah ditarik dari level terendah di posisi 109,155 yen, level terlemah USD sejak 21 April.
(izz)