Rupiah Ditutup Balik Merosot Iringi Kejatuhan Pounds
Senin, 12 Juni 2017 - 16:49 WIB
Rupiah Ditutup Balik Merosot Iringi Kejatuhan Pounds
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ditutup kembali balik ke zona merah, setelah sempat melesat meninggalkan level Rp13.300/USD. Penyusutan mata uang Garuda terjadi ketika poundsterling masih sulit meninggalkan tren negatif.
Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup pada level Rp13.295/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.290/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.270-Rp13.317/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat memburuk dari penutupan akhir pekan kemarin. Sore ini rupiah berada pada level Rp13.308/USD atau melemah dibanding posisi sebelumnya Rp13.291/USD dengan kisaran Rp13.286-Rp13.317/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini balik merosot ke level Rp13.309/USD. Posisi tersebut balik menyusut dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.315/USD.
Posisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, stagnan di level Rp13.292/USD atau tidak berubah dari posisi sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Senin (12/6/2017) USD tergelincir pada awal pekan hari ini, ketika keputusan suku bunga AS alias Fed rate masih menjadi diskusi para pemangku kebijakan. Sementara poundsterling kembali di bawah tekanan, usai kehilangan hampir 2% terimbas pemilihan umum di Inggris yang menghantam ekonomi kedua terbesar di Eropa tersebut.
Pekan ini sentimen didominasi oleh serangkan pertemuan Bank Sentral serta upaya Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah kehilangan mayoritas suara. Pada pasar mata uang, USD sedikit lebih rendah di level 110.21 terhadap Yen Jepang atau menjauhi posisi akhir pekan kemarin 110.815. Terhadap euro, USD juga tenggelam menjadi 1.1222 dibandingkan posisi terendah di awal Juni yakni 1.1285.
Harapan untuk pendekatan yang jauh lebih tenang terhadap negosiasi Brexit, mulai menimbulkan efek ke pasar. Kekhawatiran bahwa proses Brexit akan meninggalkan single markets di Eropa membuat Pounds kehilangan 20 sen dibandingkan sejak Inggris memilih untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa (UE) setahun yang lalu. Pounds diperdagangkan pada level 1.2726 atau turun 0,1% saat melawan USD, melanjutkan tren negatif akhir pekan yang terperosok usai kehilangan 1,7%.
Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup pada level Rp13.295/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.290/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.270-Rp13.317/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat memburuk dari penutupan akhir pekan kemarin. Sore ini rupiah berada pada level Rp13.308/USD atau melemah dibanding posisi sebelumnya Rp13.291/USD dengan kisaran Rp13.286-Rp13.317/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini balik merosot ke level Rp13.309/USD. Posisi tersebut balik menyusut dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.315/USD.
Posisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, stagnan di level Rp13.292/USD atau tidak berubah dari posisi sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Senin (12/6/2017) USD tergelincir pada awal pekan hari ini, ketika keputusan suku bunga AS alias Fed rate masih menjadi diskusi para pemangku kebijakan. Sementara poundsterling kembali di bawah tekanan, usai kehilangan hampir 2% terimbas pemilihan umum di Inggris yang menghantam ekonomi kedua terbesar di Eropa tersebut.
Pekan ini sentimen didominasi oleh serangkan pertemuan Bank Sentral serta upaya Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah kehilangan mayoritas suara. Pada pasar mata uang, USD sedikit lebih rendah di level 110.21 terhadap Yen Jepang atau menjauhi posisi akhir pekan kemarin 110.815. Terhadap euro, USD juga tenggelam menjadi 1.1222 dibandingkan posisi terendah di awal Juni yakni 1.1285.
Harapan untuk pendekatan yang jauh lebih tenang terhadap negosiasi Brexit, mulai menimbulkan efek ke pasar. Kekhawatiran bahwa proses Brexit akan meninggalkan single markets di Eropa membuat Pounds kehilangan 20 sen dibandingkan sejak Inggris memilih untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa (UE) setahun yang lalu. Pounds diperdagangkan pada level 1.2726 atau turun 0,1% saat melawan USD, melanjutkan tren negatif akhir pekan yang terperosok usai kehilangan 1,7%.
(akr)