USD Mixed, Rupiah Dibuka Hanya Naik Tipis
Kamis, 15 Juni 2017 - 10:13 WIB
USD Mixed, Rupiah Dibuka Hanya Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka hanya naik tipis, bahkan hampir mendatar. Kondisi rupiah pagi ini pada saat USD mixed terhadap beberapa mata uang lainnya.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka naik ke level Rp13.282/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih baik dibandingkan kemarin di level Rp13.286/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah mengawali hari ini pada level Rp13.278/USD untuk menunjukkan perbaikan dari penutupan kemarin di level Rp13.280/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran harian Rp13.270-Rp13.282/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan pagi ini berada di level Rp13.278.000/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah ke level Rp13.289/USD dibanding sebelumnya di level Rp13.277/USD. Pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.282/USD dengan kisaran Rp13.272-Rp13.291/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (15/6/2017), USD mengurangi kerugian pada hari ini karena data inflasi AS yang lemah membuat investor bertanya-tanya apakah Federal Reserve akan menindaklanjuti kenaikan suku bunga terakhirnya pada akhir tahun ini.
Memperdebatkan gejolak politik di Washington juga membebani greenback, dengan Washington Post melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang diselidiki oleh pengacara khusus Robert Mueller atas kemungkinan penghalang keadilan.
Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya mendatar di level 96.932 namun di atas level terendah semalam di posisi 96.323 menguat setelah angka ekonomi suram.
Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga seperempat persen menunjuk pada kisaran target 1% menjadi 1,25% seperti yang diharapkan dalam semalam dan memberikan garis besar pertama mengenai rencananya untuk mengurangi portofolio obligasi senilai USD4,2 triliun.
Namun, pergerakan tersebut dibayangi oleh inflasi dan data penjualan ritel yang turun dari ekspektasi pasar. Tingkat inflasi inti meningkat hanya 1,7% pada tahun ini, perlambatan bulanan keempat berturut-turut dan laju keseluruhan yang paling lambat dalam dua tahun.
USD terhadap yen telah mengabaikan kerugian sebelumnya dan mendatar ke level 109,55 atau di atas level terendah delapan pekan di level 108,81 yen.
Sementara, euro terhadap USD sedikit turun ke level 1,1214, di bawah puncak tujuh bulan di level 1,1296. Dolar Selandia Baru terhadap USD turun 0,3% ke posisi 0,7243 setelah menyentuh level rendah di posisi 0,7234, bergerak menjauh dari level tertinggi empat bulan pada sesi sebelumnya di level 0,7319.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka naik ke level Rp13.282/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih baik dibandingkan kemarin di level Rp13.286/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah mengawali hari ini pada level Rp13.278/USD untuk menunjukkan perbaikan dari penutupan kemarin di level Rp13.280/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran harian Rp13.270-Rp13.282/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan pagi ini berada di level Rp13.278.000/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah ke level Rp13.289/USD dibanding sebelumnya di level Rp13.277/USD. Pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.282/USD dengan kisaran Rp13.272-Rp13.291/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (15/6/2017), USD mengurangi kerugian pada hari ini karena data inflasi AS yang lemah membuat investor bertanya-tanya apakah Federal Reserve akan menindaklanjuti kenaikan suku bunga terakhirnya pada akhir tahun ini.
Memperdebatkan gejolak politik di Washington juga membebani greenback, dengan Washington Post melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang diselidiki oleh pengacara khusus Robert Mueller atas kemungkinan penghalang keadilan.
Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya mendatar di level 96.932 namun di atas level terendah semalam di posisi 96.323 menguat setelah angka ekonomi suram.
Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga seperempat persen menunjuk pada kisaran target 1% menjadi 1,25% seperti yang diharapkan dalam semalam dan memberikan garis besar pertama mengenai rencananya untuk mengurangi portofolio obligasi senilai USD4,2 triliun.
Namun, pergerakan tersebut dibayangi oleh inflasi dan data penjualan ritel yang turun dari ekspektasi pasar. Tingkat inflasi inti meningkat hanya 1,7% pada tahun ini, perlambatan bulanan keempat berturut-turut dan laju keseluruhan yang paling lambat dalam dua tahun.
USD terhadap yen telah mengabaikan kerugian sebelumnya dan mendatar ke level 109,55 atau di atas level terendah delapan pekan di level 108,81 yen.
Sementara, euro terhadap USD sedikit turun ke level 1,1214, di bawah puncak tujuh bulan di level 1,1296. Dolar Selandia Baru terhadap USD turun 0,3% ke posisi 0,7243 setelah menyentuh level rendah di posisi 0,7234, bergerak menjauh dari level tertinggi empat bulan pada sesi sebelumnya di level 0,7319.
(izz)