KAI Masih Hitung Biaya Pengaktifan Kembali Jalur Mati di Jabar
Sabtu, 17 Juni 2017 - 21:14 WIB
KAI Masih Hitung Biaya Pengaktifan Kembali Jalur Mati di Jabar
A
A
A
BANDUNG - Terkait rencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) sejumlah jalur kereta api di wilayah Jawa Barat (Jabar), PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengemukakan saat ini pihaknya tengah melakukan penghitungan berapa kilometer jalur kereta api mati yang akan di reaktivasi di wilayah Jawa Barat.
"Ibu Menteri (Rini Soemarno) meminta kami supaya menghitung kemungkinan reaktivasi jalur Garut, Ciwidey, dan Pangandaran. Itu track-nya ada hanya sudah mati. Jadi kita hitung bukan hanya bangun saja, tapi juga menertibkan, dan itu butuh biaya," jelasnya.
Menurut Edi, jalur terpanjang itu adalah jalur pangandaran yang mencapai 80 km. "Kalau jalur Pangandaran itu beloknya dari Banjar, stasiunnya ada Batu Lawang, Cikotok, Gunung Cupu, Sukajadi, Pangandaran, Cijulang. Tapi, nanti kita hitung apa sampai Pangandaran atau sampai ke Cijulang," katanya.
Ketika disinggung pembiayaan yang dibebankan kepada PT KAI, Eko menjelaskan pembangunan tersebut sebenarnya tugas pemerintah. Namun, lantaran PT KAI siap membantu, maka pihaknya akan melakukan pembangunan reaktivasi jalur tersebut.
"Untuk pembiayaan sebenarnya begini, kita bantu membangun dulu nanti pemerintah masukan ke APBN. Dalam arti pembangunan tugas pemerintah. Jadi kami semacam dana talang," jelasnya
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengemukakan saat ini pihaknya tengah melakukan penghitungan berapa kilometer jalur kereta api mati yang akan di reaktivasi di wilayah Jawa Barat.
"Ibu Menteri (Rini Soemarno) meminta kami supaya menghitung kemungkinan reaktivasi jalur Garut, Ciwidey, dan Pangandaran. Itu track-nya ada hanya sudah mati. Jadi kita hitung bukan hanya bangun saja, tapi juga menertibkan, dan itu butuh biaya," jelasnya.
Menurut Edi, jalur terpanjang itu adalah jalur pangandaran yang mencapai 80 km. "Kalau jalur Pangandaran itu beloknya dari Banjar, stasiunnya ada Batu Lawang, Cikotok, Gunung Cupu, Sukajadi, Pangandaran, Cijulang. Tapi, nanti kita hitung apa sampai Pangandaran atau sampai ke Cijulang," katanya.
Ketika disinggung pembiayaan yang dibebankan kepada PT KAI, Eko menjelaskan pembangunan tersebut sebenarnya tugas pemerintah. Namun, lantaran PT KAI siap membantu, maka pihaknya akan melakukan pembangunan reaktivasi jalur tersebut.
"Untuk pembiayaan sebenarnya begini, kita bantu membangun dulu nanti pemerintah masukan ke APBN. Dalam arti pembangunan tugas pemerintah. Jadi kami semacam dana talang," jelasnya
(dmd)
Lihat Juga :