BATA Bidik Pertumbuhan 30% di Lini Produk Sepatu Perempuan

Sabtu, 24 Juni 2017 - 06:06 WIB
BATA Bidik Pertumbuhan...
BATA Bidik Pertumbuhan 30% di Lini Produk Sepatu Perempuan
A A A
JAKARTA - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) membidik pertumbuhan bisnis sebesar 30% dari lini produk utama sepatu perempuan. Di mana hal ini sesuai dengan tren bisnis mereka yang kuat di sisi fashion dan lifestyle pasar perempuan.

BATA sendiri tumbuh positif pada kuartal pertama 2017. Di mana penjualan Bata pada kuartal pertama 2017 menembus angka Rp200 miliar, naik tipis dari Rp198,3 miliar pada tahun lalu.

Sementara laba kotor tembus Rp88,7 miliar dari sebelumnya Rp81,03 miliar di periode serupa tahun lalu. Adapun laba bersih kini melonjak 4 kali lipat dibanding periode serupa tahun lalu menjadi Rp 2,3 miliar.

Laporan BATA
“Prestasi tersebut tentunya mencerminkan kerja keras dan kemauan untuk memberikan sepatu terbaik untuk Pasar Indonesia. Apalagi, penjualannya sangat diharapkan tumbuh seiring dengan perayaan Lebaran, periode anak back to school dan natal di akhir tahun,” ujar Senior Commerce Manager PT Sepatu Bata Tbk, Budiharta Hanse.

Dia mengungkapkan sebesar 20-30% penjualan perusahaan dalam setahun disumbangkan pada periode tersebut. Karena itu perusahaan terus menambah koleksinya dengan signifikan di kedua periode tersebut.

Budi memaparkan strategi BATA untuk tumbuh dengan berfokus pada segmen anak-anak, anak muda, dan perempuan. Sejumlah inovasi pun diluncurkan, antara lain dengan merombak konsep gerainya yang lebih terkesan minimalis namun modern.

"Upaya ini untuk lebih mengutamakan fokus konsumen kepada produk yang dipajang. Strategi lainnya dengan mereposisi merek dari sepatu murah menjadi sepatu berkualitas dengan harga terjangkau," jelsanya.

Perusahaan terus menyegarkan jajaran mereknya, seperti North Star, Marie Clarie, Weinbrenner Naturalizer, dan Power.

Bata pun turut menata ulang jalur distribusi fisiknya. Caranya dengan menambah gerai baru sekaligus menutup yang kurang potensial. Melalui kebijakan ini sejumlah toko ditutup karena tidak maksimal.

Penutupan tersebut berdampak positif pada kinerja keuangan BATA. "Ada efisiensi beban biaya produksi dan penjualan sebesar 5% di kuartal I 2017, atau menjadi Rp111 miliar. Total sampai akhir kuartal I 2017 Bata memiliki 520 gerai di Indonesia," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fokus ke Digital, Bos...
Fokus ke Digital, Bos Sepatu Bata Sebut Tidak Ada Penutupan Toko di 2021
Alasan Sepatu Bata Tutup...
Alasan Sepatu Bata Tutup Pabrik: Sepi Pembeli, 4 Tahun Rugi Terus
Sepatu Bata Pede Penjualan...
Sepatu Bata Pede Penjualan Bisa Tumbuh Dua Digit Tahun Ini
Sepatu Bata, Pernah...
Sepatu Bata, Pernah Berjaya hingga Tutup Pabrik di Purwakarta
Pabrik Sepatu Bata di...
Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Karyawan Ucap Selamat Tinggal
Profil Pendiri Sepatu...
Profil Pendiri Sepatu Bata, Pengusaha asal Ceko yang Identik dengan Angka 9
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
2 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
3 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
3 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
4 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved