Harga Minyak Dunia Menanjak Saat Pengeboran AS Berkurang

Senin, 03 Juli 2017 - 09:21 WIB
Harga Minyak Dunia Menanjak...
Harga Minyak Dunia Menanjak Saat Pengeboran AS Berkurang
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan awal pekan menanjak naik, didukung oleh berkurangnya kegiatan pengeboran minyak Amerika Serikat (AS). Meski begitu terjadi peningkatan dari Organisasi Pengekspor Minyak Dunia (OPEC), setelah mereka berjanji untuk memangkas pasokan minyak global.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/7/2017) harga minyak mentah berjangka Brent bertambah 6 sen atau setara dengan 0,1% ke level USD48,83 per barel pada pukul 01.37 GMT. Sebelumnya pada pekan lalu melompat sebesar 5% untuk menjadi kenaikan pertama dalam enam pekan.

Sementara harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) mengalami kenaikan mencapai 15 sen atau 0,3% menjadi USD46,19 per barel di awal perdagangan hari ini. WTI sendiri telah mencetak keuntungan lebih dari 7% dalam satu pekan terakhir, usai sempat depresi.

Para pelaku pasar mengatakan, harga minyak AS relatif lebih kuat daripada Brent setelah kegiatan pengeboran minyak AS menyusut pertama kalinya sejak Januari. Sentimen bagi patokan minyak global Brent juga karena peningkatan output lebih tenang dari dalam OPEC.

"Pertama kalinya dalam 23 pekan, jumlah bor rig yang beroperasi di AS berkurang 2 menjadi 756. Kabar ini menjadi kabar baik selama akhir pekan, ketika bahwa produksi minyak Libya memangkas catatan," ucap Bank ANZ pada awal pekan.

Meskipun drop, menghitung total rig terdapat masih lebih dari dua kali lipat 341 rig pada minggu yang sama tahun lalu, berdasarkan layanan energi perusahaan Baker Hughes Inc. Pemangkasan sedikit dalam produksi minyak AS disambut oleh peningkatan output dari dalam OPEC pada bulan Juni, 280.000 barel per hari (bpd) untuk jadi yang tertinggi 2017 mencapai 32.72 juta bpd.

Namun sebagian besar kelompok berjanji untuk menahan produksi dalam upaya untuk mengencangkan pasar minyak global. Output tinggi OPEC sebagian besar terimbas peningkatan produksi dari anggota mereka seperti Nigeria dan Libya, yang telah dibebaskan dari pemotongan produksi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved