Rupiah Dibuka Menyusut Usai Libur Lebaran Saat USD Stabil

Senin, 03 Juli 2017 - 10:34 WIB
Rupiah Dibuka Menyusut...
Rupiah Dibuka Menyusut Usai Libur Lebaran Saat USD Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menyusut, untuk melanjutkan tren negatif. Pasca libur Lebaran, kondisi rupiah terlihat masih sulit bangkit ketika USD cenderung stabil, meski masih rentan menurun.

Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka melemah ke level Rp13.325/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih buruk dibandingkan sebelumnya Rp13.319/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan bulan Juli, rupiah pagi berada pada level Rp13.323/USD atau menyusut dari penutupan sebelumnya di level Rp13.321/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran harian Rp13.298-Rp13.348/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah masih terbebani ke level Rp13.329/USD dari sebelumnya di posisi Rp13.324/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dengan bergerak di kisaran level Rp13.316-Rp13.338/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/7/2017) dolar mulai membaik, meski masih goyah di bayangi kebijakan bank sentral Eropa. USD bangkit dari posisi terendah dalam sembilan bulan terhadap beberapa mata uang utama di awal pekan. Namun sedikit gemetar ketika Bank Sentral Eropa memberikan sinyal untuk memperluas kebijakan moneter.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama lain terlihat lebih tinggi 0,1% di level 95.729, merangkak dari posisi terendah sembilan pulan yakni 95.470 di akhir pekan kemarin. Greenback terbebani komentar hawkish dari meningkatnya harapan bankir bahwa Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Canada akhirnya bakal memperketat kebijakan mereka.

USD bertambah tidak terlalu besar yakni mencapai sebesar 0,1% menjadi 112.435 saat melawan yen, ketika sempat jatuh ke 111.900 sebelumnya sebelum naik kembali dengan cepat. Sementara euro turun 0,1% menjadi 1.1413 terhadap USD, ketika mencapai posisi tertinggi 14 bulan pada hari Jumat yakni 1.1445.

Skeptisisme bahwa Federal Reserve akan mampu menaikkan suku bunga lagi tahun ini di tengah-tengah batch terbaru data ekonomi AS yang lemah diyakini bakal memperkuat euro. Di sisi lain Pounds juga berkurang 0,2% di level USD1.3003.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
39 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
beberapa waktu yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved