Rupiah Ditutup Ambruk Saat USD Mulai Membaik
Senin, 03 Juli 2017 - 16:44 WIB
Rupiah Ditutup Ambruk Saat USD Mulai Membaik
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini tidak mampu bangkit, bahkan semakin ambruk ke zona merah. Kondisi ini di tengah mulai meredanya pelemahan USD yang mulai membaik.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada hari ini ditutup ke level Rp13.397/USD atau memburuk dibanding penutupan sebelum libur Lebaran di posisi Rp13.321/USD. Pergerakan rupiah awal pekan berada pada kisaran level Rp13.298-Rp13.397/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah juga tercatat menyusut dari sebelumnya. Sore ini rupiah berada pada level Rp13.368/USD atau tidak lebih baik dibanding posisi sebelumnya Rp13.324/USD dengan kisaran harian Rp13.316-Rp13.383/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini masih lesu ke level Rp13.345/USD. Posisi ini lebih buruk dari sebelumnya di level Rp13.330/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.325/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lemah dibandingkan sebelumnya di level Rp13.319/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (3/7/2017) dolar mulai pulih pada perdagangan awal pekan hari ini, saat kenaikan Yield obligasi AS menjadi yang tertinggi selama tujuh pekan untuk menghentikan tren negatif mata uang menuju yang terburuk sejak 2010. Sinyal perubahan terhadap kebijakan pengetatan yang datang dari pejabat bank sentral di luar Amerika Serikat membuat euro melaju ke atas level 1.14 untuk jadi yang terbaik dalam satu tahun.
Namun sokongan utama kenaikan suku bunga pasar terus mendukung greenback. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama mengalami lonjakan 0,2%. Sedangkan Yen mengalami penurunan 0,4% menjadi 112.81 terhadap USD ketika poundsterling tergelincir 0,1% ke level 1.3005 saat melawan mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada hari ini ditutup ke level Rp13.397/USD atau memburuk dibanding penutupan sebelum libur Lebaran di posisi Rp13.321/USD. Pergerakan rupiah awal pekan berada pada kisaran level Rp13.298-Rp13.397/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah juga tercatat menyusut dari sebelumnya. Sore ini rupiah berada pada level Rp13.368/USD atau tidak lebih baik dibanding posisi sebelumnya Rp13.324/USD dengan kisaran harian Rp13.316-Rp13.383/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini masih lesu ke level Rp13.345/USD. Posisi ini lebih buruk dari sebelumnya di level Rp13.330/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.325/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lemah dibandingkan sebelumnya di level Rp13.319/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (3/7/2017) dolar mulai pulih pada perdagangan awal pekan hari ini, saat kenaikan Yield obligasi AS menjadi yang tertinggi selama tujuh pekan untuk menghentikan tren negatif mata uang menuju yang terburuk sejak 2010. Sinyal perubahan terhadap kebijakan pengetatan yang datang dari pejabat bank sentral di luar Amerika Serikat membuat euro melaju ke atas level 1.14 untuk jadi yang terbaik dalam satu tahun.
Namun sokongan utama kenaikan suku bunga pasar terus mendukung greenback. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama mengalami lonjakan 0,2%. Sedangkan Yen mengalami penurunan 0,4% menjadi 112.81 terhadap USD ketika poundsterling tergelincir 0,1% ke level 1.3005 saat melawan mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.
(akr)