Rupiah Dibuka Merosot Tajam Saat USD Mendatar
Selasa, 04 Juli 2017 - 10:28 WIB
Rupiah Dibuka Merosot Tajam Saat USD Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka merosot tajam, untuk meneruskan raihan negatif sejak kemarin. Rupiah gagal memanfaatkan pergerakan USD yang cenderung mendatar.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka anjlok ke level Rp13.386/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih buruk dibandingkan sebelumnya Rp13.325/USD.
Pelemahan juga terlihat pada data SINDOnews bersumber dari Limas yang menunjukkan rupiah di perdagangan pagi ini memburuk ke level Rp13.400/USD. Posisi ini jauh melemah dari sebelumnya di level Rp13.345/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah masih terbebani ke level Rp13.399/USD dari sebelumnya di posisi Rp13.368/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dengan pergerakan di kisaran level Rp13.376-Rp13.399/USD.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance di hari kedua perdagangan bulan Juli, rupiah pada sesi pembukaan sedikit membaik pada level Rp13.390/USD atau merangkak naik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.397/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran harian Rp13.390-Rp13.408/USD.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/7/2017) dolar pada perdagangan awal hari ini terlihat mendatar, ketika data ekonomi AS mendongkrak optimisme. Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat lebih rendah 96.125 setelah sesi semalam meningkat 0,6% terimbas data positif aktivitas pabrik.
Euro juga mendatar terhadap USD di posisi 1.1369 setelah sempat terpuruk 0,6% dalam sesi sebelumnya. Euro mengambil langkah mendekati posisi lemah dalam 14 bulan yakni 1.1445. USD mengalami penurunan tipis 0,1% saat melawan Yen menjadi 113.270 dari awal pekan kemarin 113.480.
Tekanan terhadap yen makin meningkat, saat Bank of Japan diharapkan untuk tetap dengan skemanya suku bunga negatif demi memenuhi target inflasi. Euro meningkat hingga 16 bulan tinggi 128.970 terhadap yen, dan Poundsterling pada puncak tujuh minggu 146.84 melawan yen dan Aussie menyentuh 86.96 yen, atau terkuat sejak 21 Maret.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka anjlok ke level Rp13.386/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih buruk dibandingkan sebelumnya Rp13.325/USD.
Pelemahan juga terlihat pada data SINDOnews bersumber dari Limas yang menunjukkan rupiah di perdagangan pagi ini memburuk ke level Rp13.400/USD. Posisi ini jauh melemah dari sebelumnya di level Rp13.345/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah masih terbebani ke level Rp13.399/USD dari sebelumnya di posisi Rp13.368/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dengan pergerakan di kisaran level Rp13.376-Rp13.399/USD.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance di hari kedua perdagangan bulan Juli, rupiah pada sesi pembukaan sedikit membaik pada level Rp13.390/USD atau merangkak naik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.397/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran harian Rp13.390-Rp13.408/USD.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/7/2017) dolar pada perdagangan awal hari ini terlihat mendatar, ketika data ekonomi AS mendongkrak optimisme. Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat lebih rendah 96.125 setelah sesi semalam meningkat 0,6% terimbas data positif aktivitas pabrik.
Euro juga mendatar terhadap USD di posisi 1.1369 setelah sempat terpuruk 0,6% dalam sesi sebelumnya. Euro mengambil langkah mendekati posisi lemah dalam 14 bulan yakni 1.1445. USD mengalami penurunan tipis 0,1% saat melawan Yen menjadi 113.270 dari awal pekan kemarin 113.480.
Tekanan terhadap yen makin meningkat, saat Bank of Japan diharapkan untuk tetap dengan skemanya suku bunga negatif demi memenuhi target inflasi. Euro meningkat hingga 16 bulan tinggi 128.970 terhadap yen, dan Poundsterling pada puncak tujuh minggu 146.84 melawan yen dan Aussie menyentuh 86.96 yen, atau terkuat sejak 21 Maret.
(akr)