IHSG Tembus 5.900, Jokowi Klaim Prospek Investasi RI Bagus
Selasa, 04 Juli 2017 - 15:42 WIB
IHSG Tembus 5.900, Jokowi Klaim Prospek Investasi RI Bagus
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin sempat menyentuh level 5.900. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim hal itu terjadi karena prospek investasi di Indonesia bagus.
"Hasil peninjauan ya ini IHSG kan tembus ke 5.900 bisa naik bisa turun. Artinya apa? Pasar menilai negara kita Indonesia memiliki prospek yang bagus untuk berinvestasi," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017).
(Baca Juga: Jokowi Akan Panggil Banyak Perusahaan untuk Melantai di BEI )
Dia menjelaskan, arus modal yang masuk ke Indonesia juga mengalami peningkatan pesat. Bahkan sudah hampir menyamai capaian tahun lalu.
"Coba ini ada angka yang saya dapatkan harus uang masuk satu tahun 2016 dari Januari sampai Desember 2016 itu Rp126 triliun. Tahun ini 2017 Januari sampai Juni itu sudah Rp124 triliun, itu baru setengah tahun sudah Rp124 triliun pada tahun kemarin satu tahun cuma Rp126 triliun," katanya.
Derasnya dana yang masuk ke Indonesia, menurut Jokowi berarti ada rasa percaya dari investor untuk menanamkan dana mereka di Tanah Air. Sehingga, harus bisa mengembangkan pasar saham lebih besar lagi.
"Artinya ada arus uang masuk yang banyak ke negara kita Indonesia selagi ada kepercayaan, momentum yang tadi saya sampaikan di Bursa harus betul-betul dimanfaatkan, dijaga. Sehingga, memberikan manfaat kepada negara kita ya itu saja," pungkasnya.
Seperti diketahui pasca libur Lebaran kemarin, IHSG ditutup meroket untuk mencetak rekor baru tertinggi. Bursa saham dalam negeri ditutup melesat ke level 5.910,24 atau naik 80,53 poin yang setara dengan 1,38% di tengah kondisi mayoritas bursa saham Asia yang berakhir lebih tinggi.
"Hasil peninjauan ya ini IHSG kan tembus ke 5.900 bisa naik bisa turun. Artinya apa? Pasar menilai negara kita Indonesia memiliki prospek yang bagus untuk berinvestasi," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017).
(Baca Juga: Jokowi Akan Panggil Banyak Perusahaan untuk Melantai di BEI )
Dia menjelaskan, arus modal yang masuk ke Indonesia juga mengalami peningkatan pesat. Bahkan sudah hampir menyamai capaian tahun lalu.
"Coba ini ada angka yang saya dapatkan harus uang masuk satu tahun 2016 dari Januari sampai Desember 2016 itu Rp126 triliun. Tahun ini 2017 Januari sampai Juni itu sudah Rp124 triliun, itu baru setengah tahun sudah Rp124 triliun pada tahun kemarin satu tahun cuma Rp126 triliun," katanya.
Derasnya dana yang masuk ke Indonesia, menurut Jokowi berarti ada rasa percaya dari investor untuk menanamkan dana mereka di Tanah Air. Sehingga, harus bisa mengembangkan pasar saham lebih besar lagi.
"Artinya ada arus uang masuk yang banyak ke negara kita Indonesia selagi ada kepercayaan, momentum yang tadi saya sampaikan di Bursa harus betul-betul dimanfaatkan, dijaga. Sehingga, memberikan manfaat kepada negara kita ya itu saja," pungkasnya.
Seperti diketahui pasca libur Lebaran kemarin, IHSG ditutup meroket untuk mencetak rekor baru tertinggi. Bursa saham dalam negeri ditutup melesat ke level 5.910,24 atau naik 80,53 poin yang setara dengan 1,38% di tengah kondisi mayoritas bursa saham Asia yang berakhir lebih tinggi.
(akr)
Lihat Juga :