Minim Sentimen Positif, Rupiah Akan Melemah Lagi
Kamis, 06 Juli 2017 - 09:12 WIB
Minim Sentimen Positif, Rupiah Akan Melemah Lagi
A
A
A
JAKARTA - Rupiah diprediksi akan melanjutkan tren pelemahan sehingga perlu diwaspadai, sehingga tak jatuh semakin dalam. Belum adanya sentimen positif yang dapat menahan pelemahan juga berpengaruh pada pelemahan lanjutan rupiah.
"Cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuka peluang pelemahan kembali dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/7/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.390/USD dan resisten Rp13.372/USD. Sementara, jelang pertemuan FOMC The Fed, laju rupiah kembali terpangkas dimana permintaan akan USD kembali meningkat.
Di sisi lain, imbas peluncuran rudal Korea Utara yang menimbulkan kekhawatiran pasar dengan asumsi meningkatnya risiko ketegangan geopolitik juga membuat laju Yen Jepang mengalami kenaikan seiring permintaan pelaku pasar akan mata uang safe haven. Meskipun demikian, kenaikan JPY tidak setinggi USD.
Sementara dari sisi internal, berita Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. "Menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III turut direspons negatif dan berimbas pada aksi lepas rupiah," pungkasnya.
"Cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuka peluang pelemahan kembali dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/7/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.390/USD dan resisten Rp13.372/USD. Sementara, jelang pertemuan FOMC The Fed, laju rupiah kembali terpangkas dimana permintaan akan USD kembali meningkat.
Di sisi lain, imbas peluncuran rudal Korea Utara yang menimbulkan kekhawatiran pasar dengan asumsi meningkatnya risiko ketegangan geopolitik juga membuat laju Yen Jepang mengalami kenaikan seiring permintaan pelaku pasar akan mata uang safe haven. Meskipun demikian, kenaikan JPY tidak setinggi USD.
Sementara dari sisi internal, berita Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. "Menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III turut direspons negatif dan berimbas pada aksi lepas rupiah," pungkasnya.
(akr)