Budi Karya Janji Perbaiki Kualitas Transportasi untuk Mudik 2018

Jum'at, 07 Juli 2017 - 03:03 WIB
Budi Karya Janji Perbaiki...
Budi Karya Janji Perbaiki Kualitas Transportasi untuk Mudik 2018
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berjanji akan memperbaiki kualitas transportasi nasional untuk musim mudik di tahun depan. Hal tersebut mencakup transportasi darat, laut dan udara.

Dia membeberkan, pada tahun ini terjadi stagnasi penumpang pesawat terutama di bandara utama seperti di Surabaya dan Jakarta. Hal ini karena ada penerbangan dari daerah barat dan timur yang menumpuk di Jakarta. Oleh sebab itu, tahun depan, pihaknya akan membuat sub hub di Semarang dan Solo untuk mengurai penumpukan penumpang pesawat tersebut.

"Jadi kalau dari Kualanamu mau ke Semarang enggak perlu ke Jakarta. Sehingga ruang udara longgar," katanya di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Mantan Bos PT Angkasa Pura II (Persero) ini juga akan mengintensifkan penggunaan pesawat wide body (berbadan lebar) untuk tujuan favorit seperti Surabaya, Kualanamu, Bali, dan Ujung Pandang.

Sementara untuk transportasi laut, Budi mengakui bahwa moda transporatasi tersebut belum banyak diminati. Namun dirinya bersyukur, tahun ini, dari sekitar 22 ribu kuota pemudik menggunakan kapal laut, tingkat okupansinya mencapai 80%.

Untuk tahun depan, pihaknya akan melonggarkan peraturan terkait truk logistik yang menggunakan kapal laut. Kedepan, truk tersebut akan berfungsi ganda untuk logistik dan penumpang.

"Jadi angkutan punya fungsi ganda untuk logistik dan penumpang. Saya akan longgarkan peraturan, kalau sebelumnya kapal harus dibeli sekarang bisa sewa. Jadi Pelni, ASDP dan swasta bisa sewa," imbuh dia.

Sedangkan untuk bus, tahun ini memang masih banyak bus yang belum laik jalan. Kedepannya, Kemenhub akan mengintensifkan bus tersebut agar bisa menampung penumpang dalam jumlah yang lebih besar.

"Kalau untuk kereta api, kami akan memperbaiki sinyal. Kalau sinyal diperbaiki di kawasan Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Menurut kalkulasi bisa naikkan 40% kapasitas. Long term baru kami buat kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Itu diikuti dengan kami melakukan regulasi terhadap motor," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Kemenhub Hentikan Sementara...
Kemenhub Hentikan Sementara Layanan Transportasi di Bali Saat Hari Raya Nyepi
Direktorat Jenderal...
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Tegaskan Keselamatan Bersepeda
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Bertemu Dubes UEA, Menhub...
Bertemu Dubes UEA, Menhub Bahas Kelanjutan Kerja Sama Transportasi
Indonesia Jadi Ketua...
Indonesia Jadi Ketua Pertemuan Pemimpin Transportasi se-ASEAN
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved