Rupiah Dibuka Lanjutkan Penguatan Saat Yen Keok Lawan USD

Selasa, 11 Juli 2017 - 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Lanjutkan...
Rupiah Dibuka Lanjutkan Penguatan Saat Yen Keok Lawan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan hari ini berhasil dibuka di zona aman alias menguat dibanding penutupan kemarin. Penguatan ini di tengah semakin anjloknya yen terhadap USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi dibuka pada level Rp13.387/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin kuat dari posisi sebelumnya di level Rp13.408/USD.

Sementara, data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada hari ini dibuka di level Rp13.394/USD dan semakin menguat ke level Rp13.384/USD pada pukul 10.07 WIB dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.397/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.377-Rp13.404/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah juga tercatat menguat ke level Rp13.393/USD dan terus bergerak menguat ke level Rp13.381/USD pada pukul 10.008 WIB dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.398/USD dengan kisaran level Rp13.375-Rp13.399/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, USD masih terlihat menguat terhadap yen pada hari ini melanjutkan posisi sehari sebelumnya meski sedikit melambat, karena kenaikan imbal hasil obligasi berpindah sementara. Termasuk investor yang menunggu komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arahan kebijakan.

USD terhadap yen naik 0,1% ke level 114.160 menyusul kenaikan ke level tertinggi dalam dua bulan di posisi 114.300 semalam. Euro terhadao USD secara efektif mendatar di level 1,1397 setelah turun sekitar 0,1% pada hari sebelumnya.

"USD ditutup karena lonjakan yield obligasi Jerman berhenti semalam dan pada gilirannya menyeret yield Treasury AS. Lonjakan yield obligasi baru-baru ini nampak berlebihan dan kami melihat sedikit koreksi," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities.

Investor telah mencampakkan obligasi pemerintah zona euro selama dua pekan terakhir karena ekspektasi European Central Bank (ECB) akan melepas stimulus luar biasa lebih cepat. Lonjakan yield imbal hasil zona euro juga membantu benchmark yield Treasury naik ke level tertinggi dalam dua bulan pada Jumat.

Pound sedikit berubah pada level 1,2880. Itu berada dalam jangkauan level terendah dalam dua pekan di posisi 1,2855 yang jatuh semalam setelah data yang tidak bersemangat menarik keraguan atas peringatan Bank of England baru-baru ini.

Dolar Australia terhadap USD tercatat mendatar di level 0,7606. Sementara, dolar Selandia Baru terhadap USD tergelincir 0,3% menjadi 0,7254.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved