Ajak Kaum Muda Bertani Modern dengan Mekanisasi

Rabu, 12 Juli 2017 - 16:49 WIB
Ajak Kaum Muda Bertani...
Ajak Kaum Muda Bertani Modern dengan Mekanisasi
A A A
JAKARTA - Mengajak generasi mudah untuk mencintai pertanian bukanlah perkara muda, apalagi di di tengah gempitanya industrialisasi dan konsumerisme urban. Kemewahan gaya hidup masyarakat kota dan daya tarik industri menjadikan generasi muda berbondong-bondong meninggalkan sektor pertanian sebagai ladang kehidupannya.

Di Indonesia dari tahun ke tahun, terus terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Tahun 2014 lalu saja, tenaga kerja sektor pertanian tinggal 40,83 juta orang dibandingkan tahun 2011 masih ada sebanyak 42,48 juta orang. Pada tahun 2014 sektor pertanian menyerap sekitar 35,76 juta atau sekitar 30,2% dari total tenaga kerja.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan), sejak era pemerintahan Joko Widodo terus mentransformasi pertanian Indonesia menuju modernisasi dengan membagikan puluhan ribu alat dan mesin pertanian (alsintan) berbagai jenis dari mulai traktor pengolah tanah, transplanter benih padi, penyiang gulma, combine harvester atau alat panen padi yang dilengkapi dengan packing karung.

"Banyak manfaat yang diperoleh dengan mekanisasi atau modernisasi pertanian antara lain mempercepat proses penyiapan lahan sehingga mampu menyingkat waktu kegiatan usaha tani antara lain guna mengejar ketersediaan air, mengurangi dan menurunkan biaya produksi budidaya pertanian khususnya padi sampai 40%," terang Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Selanjutnya sambung dia, menyerempakkan kegiatan olah sawah, tanam dan panen sehingga dapat memotong siklus organisme penyakit tumbuhan (OPT). Selain itu, manfaat mekanisasi pertanian juga untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja sektor pertanian yang jumlahnya makin menyusut belakangan ini.

Meningkatkan efisiensi sumberdaya yaitu waktu, tenaga dan biaya, meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, hingga mengurangi resiko gagal panen dan berkurangnya produksi karena salah penanganan saat pasca panen. "Serta meningkatkan pendapatan petani secara umum dan meningkatkan Luas Tambah Tanam padi sehingga produksi lebih meningkat," tambah Pending Dadih.

Dengan mekanisasi, lanjut dia usaha pertanian lebih mudah menggaet kaum muda masuk bidang pertanian karena alasan mampu memberikan pendapatan yang semakin layak sekitar 60 juta per tahun dari lahan 1 Ha. "Selain itu juga lebih bergengsi di mata publik karena bekerja dengan menggunakan alat dan mesin pertanian serta memberikan tantangan lebih besar kepada kaum muda," katanya.

Tercatat pada 2015, Kementan telah menyumbangkan kurang lebih 80 ribu unit Alsintan kepada masyarakat petani yang ada di seluruh pelosok tanah air, meningkat 100% dari tahun 2014 sebanyak 40.000 unit. Ke-80 ribu unit Alsintan tersebut meliputi Alsintan Pra Panen seperti traktor, rice transplanter, pompa air, dan Alsintan Pasca Panen seperti Combine Harvester, Power Thresser, Dryer, dan Corn Sheller.

"Pada tahun 2016, jumlah alsintan yang dibagikan kepada petani meningkat menjadi 100.000 unit, meskipun anggaran pembangunan pertanian justru menurun 13,34% dari Rp27,58 triliun turun menjadi Rp 23,90 triliun," paparnya.

Pria yang juga pernah menjabat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementan ini menilai, seiring berjalannya waktu, perubahan struktur sosial di bidang pertanian akan berjalan terus. Tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian akan terus menyusut sehingga sektor ini kekurangan tenaga kerja dan upah tenaga kerja semakin mahal.

Struktur kepemilikan lahan juga akan terus berubah seiring berjalannya sistem waris, karena itu rekonstruksi kepemilikan lahan akan terus terjadi perubahan. "Oleh karena itu, modernisasi sistem pertanian berbasis alsintan akan menjadi solusi yang bagus untuk mengantisipasi transformasi di bidang pertanian tersebut," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
1 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
7 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
8 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
8 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved