Pengangguran Inggris Turun ke Posisi Terendah sejak 1975
Kamis, 13 Juli 2017 - 15:47 WIB
Pengangguran Inggris Turun ke Posisi Terendah sejak 1975
A
A
A
LONDON - Jumlah pengangguran Inggris mengalami penurunan sebesar 64.000 menjadi 1,49 juta dalam tiga bulan hingga Mei 2017, berdasarkan angka resmi Kantor Statistik Nasional (ONS). Data tersebut menunjukkan penurunan mencapai 0,2% untuk berada di level terendah sejak 1975 dengan tingkat pengangguran ILO sebesar 4,5%.
Namun seperti dilansir BBC, kenaikan upah terus jatuh lebih lanjut di belakang inflasi. Tidak termasuk bonus, pendapatan tercatat meningkat sebesar 2,0% secara year on year (YoY) ketika inflasi menyentuh tertinggi hampir dalam empat tahun di level 2,9% pada bulan Mei.
Ketika dampak inflasi diperhitungkan dalam upah mingguan turun 0,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Meskipun gambaran memperlihatkan penguatan sektor pekerjaan. Namun ada beberapa kajatuhan seperti dalam total penghasilan, pertumbuhan upah mingguan yang rendah serta inglasi menanjak naik," ujar Statistik Senior Kantor Statistik Nasional Matt Hughes.
Jumlah pekerja naik ke posisi sekitar 32 juta, saat tumbuh 324.000 pada tahun lalu untuk menjadi yang terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1971, silam. Tingkat angka pekerja meningkat 0,3% secara triwulan ke rekor tertinggi dari 74,9%.
"Gambaran umumnya sedikit berubah pada bulan lalu, dengan tingkat kerja secara keseluruhan dan perempuan meningkat ke rekor tertinggi. Tingkatan yang tidak aktif merosot ke posisi paling rendah dengan tingkat pengangguran yang jatuh ke titik terendah sejak awal musim panas tahun 1975," kata Hughes.
Rata-rata tingkat pengangguran dalam 16 hingga 24 tahun adalah 12,5% lebih rendah dari tahun sebelumnya yang ketika itu 13,5% dan di bawah level tertinggi 22,5% pada akhir 2011. Data ini membuat pejabat Bank of England untuk berpikir lagi tentang perlunya menaikkan suku bunga, setelah sempat melakukan pemungutan suara oleh Komite kebijakan moneter (MPC) untuk meninggalkan tarif 0,25%.
Namun seperti dilansir BBC, kenaikan upah terus jatuh lebih lanjut di belakang inflasi. Tidak termasuk bonus, pendapatan tercatat meningkat sebesar 2,0% secara year on year (YoY) ketika inflasi menyentuh tertinggi hampir dalam empat tahun di level 2,9% pada bulan Mei.
Ketika dampak inflasi diperhitungkan dalam upah mingguan turun 0,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Meskipun gambaran memperlihatkan penguatan sektor pekerjaan. Namun ada beberapa kajatuhan seperti dalam total penghasilan, pertumbuhan upah mingguan yang rendah serta inglasi menanjak naik," ujar Statistik Senior Kantor Statistik Nasional Matt Hughes.
Jumlah pekerja naik ke posisi sekitar 32 juta, saat tumbuh 324.000 pada tahun lalu untuk menjadi yang terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1971, silam. Tingkat angka pekerja meningkat 0,3% secara triwulan ke rekor tertinggi dari 74,9%.
"Gambaran umumnya sedikit berubah pada bulan lalu, dengan tingkat kerja secara keseluruhan dan perempuan meningkat ke rekor tertinggi. Tingkatan yang tidak aktif merosot ke posisi paling rendah dengan tingkat pengangguran yang jatuh ke titik terendah sejak awal musim panas tahun 1975," kata Hughes.
Rata-rata tingkat pengangguran dalam 16 hingga 24 tahun adalah 12,5% lebih rendah dari tahun sebelumnya yang ketika itu 13,5% dan di bawah level tertinggi 22,5% pada akhir 2011. Data ini membuat pejabat Bank of England untuk berpikir lagi tentang perlunya menaikkan suku bunga, setelah sempat melakukan pemungutan suara oleh Komite kebijakan moneter (MPC) untuk meninggalkan tarif 0,25%.
(akr)
Lihat Juga :