Pounds Bangkit, Rupiah Sore Ini Bertahan di Zona Hijau
Kamis, 13 Juli 2017 - 17:08 WIB
Pounds Bangkit, Rupiah Sore Ini Bertahan di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini masih mampu beratahan di zona hijau alias menguat. Penuatan rupiah sore ini di tengah mulai bangkitnya poundsterling terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah membaik pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.346/USD atau meningkat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.372/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.323-Rp13.369/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.348/USD atau menguat dari sebelumnya pada posisi Rp13.370/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.323-Rp13.351/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah menunjukkan hingga perdagangan sore berada pada jalur positif di level Rp13.355/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.380/USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di level Rp13.342/USD. Posisi ini memperlihatkan penguatan rupiah dari posisi sebelumnya di level Rp13.368/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/7/2017) poundsterling kembali menguat ke level 1,30 terhadap USD yang sebelumnya menguat dari perkiraan data pasar tenaga kerja yang terus bertaruh untuk memperketat kebijakan Bank of England (BoE).
Pembuat kebijakan BoE Ian McCafferty mengatakan kepada surat kabar The Times pada hari ini bahwa bank sentral harus mempertimbangkan untuk melepaskan 436 miliar pound (USD562 miliar) program pelonggaran kuantitatif lebih awal dari yang direncanakan.
Namun, pandangan McCafferty tidak mewakili konsensus Komite Kebijakan Moneter Bank (MPC). Dia adalah satu dari tiga orang yang memilih untuk menaikkan suku bunga pada bulan lalu, dengan lima suara lainnya menentang.
Pada Rabu, Wakil Gubernur Bank Sentral Ben Broadbent mengatakan bahwa dia belum siap untuk menaikkan suku bunga, yang tampaknya bertentangan dengan peringatan dari para pembuat kebijakan lainnya di bank sentral dalam beberapa pekan terakhir bahwa suku bunga dapat segera dicabut.
Ucapan seperti itu telah mendorong poundsterling terhadap USD berada di atas level 1,30 pada akhir Juni. Investor terpecah pada apakah BoE akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun, mengikuti jejak Federal Reserve AS, yang telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, dan Bank of Canada yang menaikkan suku bunga pada Rabu.
Poundsterling terhadap USD naik 0,4% pada hari ini ke level 1,2936. Sementara, terhadap euro, naik hampir setengah poin ke level 88,22 pence, setelah mencapai titik terendah dalam delapan bulan terhadap mata uang tunggal hari sebelumnya sebelum menguat pada data yang menunjukkan pertumbuhan upah masih tertinggal inflasi.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah membaik pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.346/USD atau meningkat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.372/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.323-Rp13.369/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.348/USD atau menguat dari sebelumnya pada posisi Rp13.370/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.323-Rp13.351/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah menunjukkan hingga perdagangan sore berada pada jalur positif di level Rp13.355/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.380/USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di level Rp13.342/USD. Posisi ini memperlihatkan penguatan rupiah dari posisi sebelumnya di level Rp13.368/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/7/2017) poundsterling kembali menguat ke level 1,30 terhadap USD yang sebelumnya menguat dari perkiraan data pasar tenaga kerja yang terus bertaruh untuk memperketat kebijakan Bank of England (BoE).
Pembuat kebijakan BoE Ian McCafferty mengatakan kepada surat kabar The Times pada hari ini bahwa bank sentral harus mempertimbangkan untuk melepaskan 436 miliar pound (USD562 miliar) program pelonggaran kuantitatif lebih awal dari yang direncanakan.
Namun, pandangan McCafferty tidak mewakili konsensus Komite Kebijakan Moneter Bank (MPC). Dia adalah satu dari tiga orang yang memilih untuk menaikkan suku bunga pada bulan lalu, dengan lima suara lainnya menentang.
Pada Rabu, Wakil Gubernur Bank Sentral Ben Broadbent mengatakan bahwa dia belum siap untuk menaikkan suku bunga, yang tampaknya bertentangan dengan peringatan dari para pembuat kebijakan lainnya di bank sentral dalam beberapa pekan terakhir bahwa suku bunga dapat segera dicabut.
Ucapan seperti itu telah mendorong poundsterling terhadap USD berada di atas level 1,30 pada akhir Juni. Investor terpecah pada apakah BoE akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun, mengikuti jejak Federal Reserve AS, yang telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, dan Bank of Canada yang menaikkan suku bunga pada Rabu.
Poundsterling terhadap USD naik 0,4% pada hari ini ke level 1,2936. Sementara, terhadap euro, naik hampir setengah poin ke level 88,22 pence, setelah mencapai titik terendah dalam delapan bulan terhadap mata uang tunggal hari sebelumnya sebelum menguat pada data yang menunjukkan pertumbuhan upah masih tertinggal inflasi.
(izz)