Susi: Jika Tak Puas Silakan Gagalkan Saya Jadi Menteri

Sabtu, 15 Juli 2017 - 19:36 WIB
Susi: Jika Tak Puas...
Susi: Jika Tak Puas Silakan Gagalkan Saya Jadi Menteri
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menantang seluruh pihak yang tidak puas dengan kebijakannya untuk menurunkan jabatan sebagai salah satu menteri di Kabinet Kerja.

Hal tersebut disampaikannya kepada pengusaha di sektor perikanan, saat mensosialisasikan kebijakan mengenai penenggelaman kapal yang melakukan aksi penangkapan ikan secara ilegal (illegal unreported unregulated/IUU fishing).

Kebijakan yang telah diimplementasikan sejak dua tahun lalu tersebut kembali diperbincangkan. Bahkan menurut Susi, beberapa investor telah menyatakan keberatan mengenai kebijakan tersebut.

"Investor tidak suka dengan adanya penenggelaman kapal. Tambah bingung lagi saya, what is relation between investment and drowning ship. Anda mau investasi atau nyolong. Kalau Anda tidak puas (kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan) silakan upaya hukum. Gagalkan saya jadi menteri. Tapi kalau Anda respect please listen and do what i say," ujarnya di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

Menurut Susi, saat ini banyak pihak yang mempertanyakan mengenai urgensi kebijakan tersebut. Padahal, penenggelaman kapal bukanlah keinginan dirinya melainkan amanah Undang-undang (UU) Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan.

Mantan Bos Susi Air ini menyebutkan dirinya hanya menjalankan amanah dari UU tersebut. "Sekarang sudah muncul wacana baru. Apa penenggelaman itu masih diperlukan Bu Menteri? Saya bingung. Karena penenggelaman kapal bukan Susi punya mau punya kebijakan, bukan pula Jokowi. Itu UU yang saya eksekusi karena saya pejabat negaranya, saya harus melaksanakan UU. Bahkan terakhir sudah di-approach," jelasnya.

(Baca: Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan, Susi Tak Mau Diintervensi Jokowi)

Menurut Susi, sejatinya tidak masalah jika kebijakan tersebut dicabut. Namun dia mempertanyakan bagaimana cara yang paling tepat untuk mengamankan laut Indonesia.

"Saya sih enggak apa-apa, tapi apakah kita mampu memagari laut kita, sementara sumber daya mereka moratorium semua," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyelundupan Benih...
Penyelundupan Benih Lobster di Era Susi Pudjiastuti Dibongkar Effendi Gazali
Sebut Ada Kartel Laut...
Sebut Ada Kartel Laut Nusantara, Susi Pudjiastuti: Butuh Kepemimpinan Kuat
Kekayaan Susi Pudjiastuti...
Kekayaan Susi Pudjiastuti Capai Rp78 Miliar, Ini Rinciannya
Susi Pudjiastuti Sampaikan...
Susi Pudjiastuti Sampaikan Pesan Spesial Ini di Hari Ibu
Susi Pudjiastuti Geram...
Susi Pudjiastuti Geram Disebut Keliru Oleh Hashim Djojohadikusumo
Sandiaga Uno atau Susi...
Sandiaga Uno atau Susi Pudjiastuti, Siapa Dipilih Jokowi?
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
51 menit yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
1 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
2 jam yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
3 jam yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved