Awal Pekan, Rupiah Dibuka Menguat Terbatas Iringi Penyusutan USD

Senin, 24 Juli 2017 - 10:31 WIB
Awal Pekan, Rupiah Dibuka...
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Menguat Terbatas Iringi Penyusutan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan hari ini menguat terbatas seiring minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Mata uang Garuda gagal memanfaatkan kondisi USD yang masih berjuang untuk bangkit dari posisi terendah

Poisisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan penguatan di level Rp13.319/USD dalam sesi pembukaan pagi ini. Rupiah terlihat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.323/USD.

Catatan positif juga terlihat berdasarkan data Yahoo Finance, dimana rupiah dibuka naik menjadi Rp13.311/USD dengan kisaran level Rp13.310-Rp13.319/USD. Posisi ini membaik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.312/USD.

Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini memperlihatkan tren pelemahan rupiah ke level Rp13.318/USD. Posisi ini membaik dari akhir perdagangan sebelumnya di level Rp13.313/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, juga dibuka tertekan pada level Rp13.318/USD atau tidak jauh lebih baik dari sebelumnya pada posisi Rp13.313/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.316-Rp13.325/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/7/2017) USD berjuang setelah mendekati posisi terendah dalam 13 bulan terhadap beberapa mata uang utama pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif datang dari situasi politik dalam negeri AS, dimana memudarnya harapan bahwa Presiden Donald Trump bakal mampu memberikan stimulus serta mewujudkan agenda reformasi pajak.

Tercatat indeks USD terhadap enam mata uang utama sedikit berubah di level 93.854, setelah menyentuh posisi 93.847 atau terendah sejak Juni 2016. Sedangkan euro meningkat 2% atau lebih tinggi terhadap USD menjadi 1.1681 untuk terus melaju ke posisi tertinggi sejak Jumat kemarin 1.1683.

"Untuk setiap kesempatan dolar bangkit kembali dalam waktu dekat, hal itu membutuhkan rebound yields AS. Situasi politik saat ini menjadi beban, jadi kita membutuhkan data ekonomi yang kuat untuk mengusir yields dari level terendah," ucap Senior Strategi Forex IG Securities Junichi Ishikawa di Tokyo.

USD juga tergelincir 0,2% menjadi 110.965 saat melawan Yen, ketika mata uang Jepang terus menguat dalam lima pekan. Kebangkitan juga dicetak dolar Australia yang diperdagangkan pada posisi 0.7925 terhadap USD. Dolar Selandia Baru juga bernasib lebih baik, bertahan di dekat level USD0.7460, tertinggi sejak September 2016 pada akhir pekan kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
5 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
6 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
7 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
7 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
8 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
8 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved