IHSG Ditutup Melesat ke Level 5.801, Bursa Asia Mixed
Senin, 24 Juli 2017 - 16:47 WIB
IHSG Ditutup Melesat ke Level 5.801, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan berakhir balik melesat, setelah sempat menyusut di awal sesi. Bursa saham dalam negeri ditutup meningkat 0,63 poin atau 36,16% ke posisi 5.801,59 saat bursa Asia bergerak variatif.
Pada sesi I perdagangan siang tadi, IHSG bertambah bertambah 9,492 poin atau 0,16% ke level 5.774,91 dan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 3,37 poin atau 0,06% menjadi 5.762,05. Pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air jatuh sebesar 59,78 yang setara dengan 1,03% ke level 5.765,42.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore secara keseluruhan berada dalam jalur positif. Di mana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yakni infrastruktur 1,39% diikuti sektor keuangan dengan lonjakan 0,98%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,63 triliun dengan 8,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp322,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,58 triliun. Tercatat sebesar 148 saham menguat, 188 melemah dan 117 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.250 menjadi Rp76.950, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menanjak Rp100 ke posisi Rp7.050 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) bertambah Rp150 menjadi Rp8.725.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) turun Rp180 menjadi Rp2.320, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) menyusut Rp125 menjadi Rp2.330 dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) berkurang Rp60 ke level Rp2.010.
Di sisi seperti dilansir CNBC, Senin (24/7/2017) pasar saham Asia kebanyakan mixed pada akhir perdagangan hari ini. Para pelaku pasar fokus terhadap pergerakan dolar Amerika Serikat serta menjelang pertemuan dua hari The Fed atau Bank Sentral AS.
Bursa saham Australia yakni ASX 200 jatuh 34,74 poin atau 0,61% ke level 5.688,10 dengan kebanyakan sektor ditutup lebih rendah. Subindex keuangan menyusut 0,77% ketika saham perbankan tetap berada di bawah tekenan sepanjang perdagangan hari ini. Saham ANZ ditutup turun 0,73% dan Commonwealth Bank jatuh 0,48%, Westpac juga lebih rendah 0,77% dan National Australia Bank meluncur 1,02%.
Indeks Nikkei juga mencetak kerugian mencapai 124,08 poin atau setara dengan 0,62% menjadi 19.975,67 saat indeks Topix ditutup turun 8,42 poin atau 0,52% di posisi 1.621,57. Di seberang Selat Korea, indeks Kospi sempat bangkit untuk kemudian ditutup hampir datar di posisi 2.451,53.
Pada daratan China, komposit Shanghai meningkat 12,5 poin atau 0,39% di level 3.250,49. Komposit Shenzhen berbalik turun 8.85 poin atau setara dengan 0,48% ke level 1.854,66. Di Hong Kong, index Hang Seng melompat 0,45% di akhir perdagangan sore.
Pada sesi I perdagangan siang tadi, IHSG bertambah bertambah 9,492 poin atau 0,16% ke level 5.774,91 dan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 3,37 poin atau 0,06% menjadi 5.762,05. Pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air jatuh sebesar 59,78 yang setara dengan 1,03% ke level 5.765,42.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore secara keseluruhan berada dalam jalur positif. Di mana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yakni infrastruktur 1,39% diikuti sektor keuangan dengan lonjakan 0,98%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,63 triliun dengan 8,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp322,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,58 triliun. Tercatat sebesar 148 saham menguat, 188 melemah dan 117 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.250 menjadi Rp76.950, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menanjak Rp100 ke posisi Rp7.050 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) bertambah Rp150 menjadi Rp8.725.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) turun Rp180 menjadi Rp2.320, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) menyusut Rp125 menjadi Rp2.330 dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) berkurang Rp60 ke level Rp2.010.
Di sisi seperti dilansir CNBC, Senin (24/7/2017) pasar saham Asia kebanyakan mixed pada akhir perdagangan hari ini. Para pelaku pasar fokus terhadap pergerakan dolar Amerika Serikat serta menjelang pertemuan dua hari The Fed atau Bank Sentral AS.
Bursa saham Australia yakni ASX 200 jatuh 34,74 poin atau 0,61% ke level 5.688,10 dengan kebanyakan sektor ditutup lebih rendah. Subindex keuangan menyusut 0,77% ketika saham perbankan tetap berada di bawah tekenan sepanjang perdagangan hari ini. Saham ANZ ditutup turun 0,73% dan Commonwealth Bank jatuh 0,48%, Westpac juga lebih rendah 0,77% dan National Australia Bank meluncur 1,02%.
Indeks Nikkei juga mencetak kerugian mencapai 124,08 poin atau setara dengan 0,62% menjadi 19.975,67 saat indeks Topix ditutup turun 8,42 poin atau 0,52% di posisi 1.621,57. Di seberang Selat Korea, indeks Kospi sempat bangkit untuk kemudian ditutup hampir datar di posisi 2.451,53.
Pada daratan China, komposit Shanghai meningkat 12,5 poin atau 0,39% di level 3.250,49. Komposit Shenzhen berbalik turun 8.85 poin atau setara dengan 0,48% ke level 1.854,66. Di Hong Kong, index Hang Seng melompat 0,45% di akhir perdagangan sore.
(akr)
Lihat Juga :