Harga Emas Antam Bertambah Rp5.000, Emas Dunia Mendatar
Kamis, 27 Juli 2017 - 10:41 WIB
Harga Emas Antam Bertambah Rp5.000, Emas Dunia Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini dibuka melesat, untuk menunjukkan kebangkitan usai sempat merosot kemarin. Lompatan emas dalam negeri mengiringi pergerakan mendatar emas global yang masih berada dalam jalur positif.
Dilansir dari situs Logammulia, Kamis (27/7/2016) harga emas Antam bertambah Rp5.000 menjadi Rp605.000 per gram dibandingkan sebelumnya Rp600.000/gram. Sedangkan harga buyback juga meningkat menjadi Rp533.000/gram dari kemarin di level Rp528.000/gram.
Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.170.000 dengan harga per gram Rp585.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.737.000 dengan harga per gram Rp579.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.304.000 dengan harga per gram Rp576.000.
Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.880.000 dengan harga per gram Rp576.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.685.000 dengan harga per gram Rp 568.500. Harga emas 25 gram Rp14.075.000 dengan harga per gram Rp563.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.000.000 dengan harga per gram Rp560.000.
Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp55.825.000 dengan harga per gram Rp558.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp139.175.000, dengan harga per gram Rp556.700 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp277.975.000 dengan harga per gram Rp555.950.
Dan harga emas Antam di Pulogadung dijual ke posisi Rp595.000 per gram atau meningkat Rp5.000 dibandingkan kemarin dan harga buyback Rp533.000/gram. Harga emas Antam di Jakarta II berada di level Rp605.00 per gram dan buyback menjadi Rp533.000/gram.
Seperti dikutip dari Reuters, harga emas global tetap mendekati posisi tertinggi di awal perdagangan hari ini ketika dolar Amerika Serikat berada dalam jalur negatif. Emas di pasar spot hampir tidak berubah di posisi USD1.261,31 per ons pada pukul 00.49 GMT. Ini menandai ke posisi tertinggi sejak 15 Juni di bandingkan sesi sebelumnya.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik hampir 1% menjadi USD1.261,40 per ons. Fed terus menjaga suku bunga menetap sebelumnya dan mengatakan itu diharapkan menurunkan kepemilikan besar obligasi untuk menjadi sinyal kepercayaan terhadap ekonomi AS.
Dilansir dari situs Logammulia, Kamis (27/7/2016) harga emas Antam bertambah Rp5.000 menjadi Rp605.000 per gram dibandingkan sebelumnya Rp600.000/gram. Sedangkan harga buyback juga meningkat menjadi Rp533.000/gram dari kemarin di level Rp528.000/gram.
Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.170.000 dengan harga per gram Rp585.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.737.000 dengan harga per gram Rp579.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.304.000 dengan harga per gram Rp576.000.
Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.880.000 dengan harga per gram Rp576.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.685.000 dengan harga per gram Rp 568.500. Harga emas 25 gram Rp14.075.000 dengan harga per gram Rp563.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.000.000 dengan harga per gram Rp560.000.
Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp55.825.000 dengan harga per gram Rp558.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp139.175.000, dengan harga per gram Rp556.700 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp277.975.000 dengan harga per gram Rp555.950.
Dan harga emas Antam di Pulogadung dijual ke posisi Rp595.000 per gram atau meningkat Rp5.000 dibandingkan kemarin dan harga buyback Rp533.000/gram. Harga emas Antam di Jakarta II berada di level Rp605.00 per gram dan buyback menjadi Rp533.000/gram.
Seperti dikutip dari Reuters, harga emas global tetap mendekati posisi tertinggi di awal perdagangan hari ini ketika dolar Amerika Serikat berada dalam jalur negatif. Emas di pasar spot hampir tidak berubah di posisi USD1.261,31 per ons pada pukul 00.49 GMT. Ini menandai ke posisi tertinggi sejak 15 Juni di bandingkan sesi sebelumnya.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik hampir 1% menjadi USD1.261,40 per ons. Fed terus menjaga suku bunga menetap sebelumnya dan mengatakan itu diharapkan menurunkan kepemilikan besar obligasi untuk menjadi sinyal kepercayaan terhadap ekonomi AS.
(akr)
Lihat Juga :