Telkom Bukukan Laba Bersih Rp12,1 Triliun pada Semester I 2017
Kamis, 27 Juli 2017 - 16:20 WIB
Telkom Bukukan Laba Bersih Rp12,1 Triliun pada Semester I 2017
A
A
A
JAKARTA - Di tengah kondisi industri yang semakin kompetitif, PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan. Hal ini ditandai raihan laba bersih sebesar Rp12,10 triliun atau tumbuh 21,9% pada Semester I 2017.
Telkom mencatatkan pendapatan dari Data, Internet & IT Services sebesar Rp27,12 triliun, sedangkan pendapatan Cellular Voice & SMS sebesar Rp26,02 triliun. Kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services terhadap total pendapatan perseroan meningkat menjadi 42,4%.
“Data, Internet & IT Service memberikan kontribusi besar bagi pendapatan perseroan, dengan pertumbuhan sebesar 19,8% menjadi Rp27,12 triliun. Selain itu, kontribusi bisnis Data, Internet & IT Service terhadap keseluruhan pendapatan perseroan juga meningkat menjadi sebesar 42,4% atau tumbuh 19,8%,” ujar Direktur Keuangan Telkom, Harry M Zen dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (27/7/2017).
Pada Semester I 2017, Telkom kembali membukukan pertumbuhan triple-double-digit. Di mana pendapatan mencapai Rp64,02 triliun atau tumbuh 13,4% dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp56,45 triliun. Telkom juga membukukan EBITDA sebesar Rp33,23 triliun atau tumbuh 15,4% serta laba bersih sebesar Rp12,10 triliun atau tumbuh 21,9%.
Peningkatan pendapatan dari Data, Internet & IT Service tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler dan lonjakan traffic mobile data yang mencapai 118,7 persen. Pelanggan seluler saat ini mencapai 178 juta atau tumbuh 13,1% dibandingakan akhir periode yang sama tahun lalu.
Pelanggan broadband juga mengalami peningkatan yang cukup berarti, yakni pelanggan mobile broadband Telkomsel Flash tumbuh 63,9% menjadi 81,72 juta users. Hal ini diikuti dengan peningkatan pelanggan fixed broadband sebesar 4,7% menjadi 4,52 juta users.
Demikian juga dengan pelanggan layanan fixed broadband IndiHome yang mencatat pertumbuhan sebesar 34,2%. Jika pada Semester I 2016 lalu, pelanggan IndiHome baru mencapai 1,5 juta pelanggan, maka pada Semester I 2017 menjadi lebih dari 2 juta pelanggan.
Guna meningkatkan jumlah pelanggan IndiHome, akhir 2016 lalu Telkom memperkenalkan paket “IndiHome Netizen” yang merupakan layanan Dual Play. Paket baru ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, di mana hanya tujuh bulan sejak diperkenalkan, IndiHome Netizen mencatatkan sebanyak 389 ribu pelanggan. Adapun Average Revenue Per User (ARPU) IndiHome tercatat sebesar Rp344 ribu.
Sementara itu, Telkomsel selaku entitas anak usaha, juga mampu mempertahankan kinerjanya dan membukukan pertumbuhan triple-double-digit. Pendapatan Telkomsel tumbuh sebesar 11,9%, EBITDA sebesar 14,0% dan laba bersih sebesar 15,6% secara Year-on-Year (YoY).
Pada Semester I 2017, pendapatan Telkomsel mencapai Rp45,99 triliun, EBITDA Rp27,19 triliun dan laba bersih Rp15,50 triliun. Kontribusi pendapatan bisnis digital Telkomsel memperlihatkan pertumbuhan, yakni sebesar 26,9% menjadi Rp18,07 triliun.
Meningkatnya pertumbuhan bisnis digital tersebut didukung oleh perluasan dan penguatan jaringan Telkomsel dengan layanan 3G/4G melalui penambahan sebanyak 17.538 BTS baru. Total BTS Telkomsel pada akhir semester I 2017 adalah 146.571 BTS, di mana sebesar 65,7% merupakan BTS yang mampu memberikan layanan 3G/4G.
Selama semester I 2017, beban perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,0% dari Rp36,57 triliun pada tahun lalu menjadi Rp40,23 triliun. Beban operasional dan pemeliharaan menjadi kontributor utama kenaikan beban perseroan, yang meningkat sebesar 13,8% dari periode tahun lalu, menjadi Rp18,41 triliun.
Peningkatan beban operasional dan pemeliharaan ini sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan untuk mendukung performansi mobile business dan broadband.
Hingga akhir Semester I 2017, Telkom Group telah membelanjakan capital expenditure (Capex) sebesar Rp16,7 triliun atau tumbuh 21,4% dibandingkan tahun lalu. Capex terutama dimanfaatkan untuk mendukung bisnis broadband, baik fixed maupun mobile, seperti pembangunan infrastruktur backbone fiber optic, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel, pembuatan satelit, penggelaran infrastruktur kabel laut lintas benua (IGG dan SEA-US) dan menara telekomunikasi.
Harry berharap Telkom dapat mempertahankan kinerja yang cukup menggembirakan pada Semester I 2017. “Pencapaian pada Semester I 2017 ini diperoleh berkat kuatnya kinerja perseroan pada periode sebelumnya. Kami berharap momentum pertumbuhan ini dapat kami pertahankan pada semester selanjutnya,” pungkas Harry M Zen.
Telkom mencatatkan pendapatan dari Data, Internet & IT Services sebesar Rp27,12 triliun, sedangkan pendapatan Cellular Voice & SMS sebesar Rp26,02 triliun. Kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services terhadap total pendapatan perseroan meningkat menjadi 42,4%.
“Data, Internet & IT Service memberikan kontribusi besar bagi pendapatan perseroan, dengan pertumbuhan sebesar 19,8% menjadi Rp27,12 triliun. Selain itu, kontribusi bisnis Data, Internet & IT Service terhadap keseluruhan pendapatan perseroan juga meningkat menjadi sebesar 42,4% atau tumbuh 19,8%,” ujar Direktur Keuangan Telkom, Harry M Zen dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (27/7/2017).
Pada Semester I 2017, Telkom kembali membukukan pertumbuhan triple-double-digit. Di mana pendapatan mencapai Rp64,02 triliun atau tumbuh 13,4% dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp56,45 triliun. Telkom juga membukukan EBITDA sebesar Rp33,23 triliun atau tumbuh 15,4% serta laba bersih sebesar Rp12,10 triliun atau tumbuh 21,9%.
Peningkatan pendapatan dari Data, Internet & IT Service tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler dan lonjakan traffic mobile data yang mencapai 118,7 persen. Pelanggan seluler saat ini mencapai 178 juta atau tumbuh 13,1% dibandingakan akhir periode yang sama tahun lalu.
Pelanggan broadband juga mengalami peningkatan yang cukup berarti, yakni pelanggan mobile broadband Telkomsel Flash tumbuh 63,9% menjadi 81,72 juta users. Hal ini diikuti dengan peningkatan pelanggan fixed broadband sebesar 4,7% menjadi 4,52 juta users.
Demikian juga dengan pelanggan layanan fixed broadband IndiHome yang mencatat pertumbuhan sebesar 34,2%. Jika pada Semester I 2016 lalu, pelanggan IndiHome baru mencapai 1,5 juta pelanggan, maka pada Semester I 2017 menjadi lebih dari 2 juta pelanggan.
Guna meningkatkan jumlah pelanggan IndiHome, akhir 2016 lalu Telkom memperkenalkan paket “IndiHome Netizen” yang merupakan layanan Dual Play. Paket baru ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, di mana hanya tujuh bulan sejak diperkenalkan, IndiHome Netizen mencatatkan sebanyak 389 ribu pelanggan. Adapun Average Revenue Per User (ARPU) IndiHome tercatat sebesar Rp344 ribu.
Sementara itu, Telkomsel selaku entitas anak usaha, juga mampu mempertahankan kinerjanya dan membukukan pertumbuhan triple-double-digit. Pendapatan Telkomsel tumbuh sebesar 11,9%, EBITDA sebesar 14,0% dan laba bersih sebesar 15,6% secara Year-on-Year (YoY).
Pada Semester I 2017, pendapatan Telkomsel mencapai Rp45,99 triliun, EBITDA Rp27,19 triliun dan laba bersih Rp15,50 triliun. Kontribusi pendapatan bisnis digital Telkomsel memperlihatkan pertumbuhan, yakni sebesar 26,9% menjadi Rp18,07 triliun.
Meningkatnya pertumbuhan bisnis digital tersebut didukung oleh perluasan dan penguatan jaringan Telkomsel dengan layanan 3G/4G melalui penambahan sebanyak 17.538 BTS baru. Total BTS Telkomsel pada akhir semester I 2017 adalah 146.571 BTS, di mana sebesar 65,7% merupakan BTS yang mampu memberikan layanan 3G/4G.
Selama semester I 2017, beban perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,0% dari Rp36,57 triliun pada tahun lalu menjadi Rp40,23 triliun. Beban operasional dan pemeliharaan menjadi kontributor utama kenaikan beban perseroan, yang meningkat sebesar 13,8% dari periode tahun lalu, menjadi Rp18,41 triliun.
Peningkatan beban operasional dan pemeliharaan ini sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan untuk mendukung performansi mobile business dan broadband.
Hingga akhir Semester I 2017, Telkom Group telah membelanjakan capital expenditure (Capex) sebesar Rp16,7 triliun atau tumbuh 21,4% dibandingkan tahun lalu. Capex terutama dimanfaatkan untuk mendukung bisnis broadband, baik fixed maupun mobile, seperti pembangunan infrastruktur backbone fiber optic, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel, pembuatan satelit, penggelaran infrastruktur kabel laut lintas benua (IGG dan SEA-US) dan menara telekomunikasi.
Harry berharap Telkom dapat mempertahankan kinerja yang cukup menggembirakan pada Semester I 2017. “Pencapaian pada Semester I 2017 ini diperoleh berkat kuatnya kinerja perseroan pada periode sebelumnya. Kami berharap momentum pertumbuhan ini dapat kami pertahankan pada semester selanjutnya,” pungkas Harry M Zen.
(dmd)
Lihat Juga :