Gubernur Kaltara: Sekarang Wilayah Kami Tidak Lagi Gunakan Ringgit

Jum'at, 28 Juli 2017 - 18:29 WIB
Gubernur Kaltara: Sekarang...
Gubernur Kaltara: Sekarang Wilayah Kami Tidak Lagi Gunakan Ringgit
A A A
TARAKAN - Berbatasan dengan wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia, masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dahulu kerap menggunakan ringgit sebagai transaksi. Namun, kini penggunaan ringgit sudah menghilang dari warga Kaltara. Mereka sekarang menggunakan rupiah sebagai satu-satunya alat transaksi sehari-hari.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie pun bangga dengan pencapaian ini. Peredaran uang rupiah di wilayah perbatasan kini sudah lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Tidak ada lagi peredaran ringgit dalam bentuk transaksi apapun.

"Dahulu, peredaran ringgit banyak terjadi di Nunukan dan Sebatik. Karena wilayah tersebut berdekatan dengan tetangga kita, Malaysia. Setelah diberlakukannya UU Mata Uang dan Bank Indonesia bergerak dengan cepat, apalagi sampai membentuk kantor perwakilan di sini, peredaran rupiah semakin bagus. Sehingga tidak ada lagi transaksi yang menggunakan ringgit Malaysia," jelas Irianto di Tarakan, Jumat (28/7/2017).

Baca: Gubernur BI Resmikan Kantor Perwakilan BI di Kaltara

Jadi, lanjut dia, semua masyarakat di wilayah perbatasan Kaltara dengan Malaysia, sudah menggunakan rupiah. Bahkan mereka saat berkunjung ke Malaysia membawa rupiah kemudian melakukan kegiatan penukaran uang di sana.

"Sebelum mereka berangkat ke tetangga (Malaysia), mereka yang di darat itu, di Kerayan ke Serawak, menukarkan uangnya di Sebatik. Di sana (Serawak) sudah tersedia tempat penukaran uang meski tidak resmi tetapi berjalan dengan baik," katanya.

Irianto lantas menceritakan pengalamannya. Sejak 1986, kata dia, sewaktu masih di wilayah Sungai Pancang di Sebatik, saat akan melakukan aktivitas ke Tawau di Nunukan, banyak orang yang melakukan penjualan uang ringgit secara terbuka di pelabuhan-pelabuhan. Kini aktivitas tersebut sudah tidak ada lagi.

"Mereka takut selain ada razia, juga imbauan dari kepolisian dan Bank Indonesia. Jadi sekarang tidak ada lagi yang berjualan mata uang ringgit. Ini penting, karena penggunaan rupiah menyangkut martabat bangsa. Penghargaan terhadap mata uang sendiri, penting," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
Pengamat Ekonomi : Pelemahan Rupiah Tak Bisa Jadi Satu-satunya Indikator Ekonomi Indonesia
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Rupiah Amblas Saat Ekonomi...
Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
Rupiah Melemah Akibat...
Rupiah Melemah Akibat Lesunya Aktivitas Ekonomi
IHSG, Rupiah, dan Ujian...
IHSG, Rupiah, dan Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
Kurs Rupiah Berpotensi...
Kurs Rupiah Berpotensi Menanjak Saat Pemulihan Ekonomi AS Diragukan
Berita Terkini
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
9 menit yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
38 menit yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
1 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
1 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
2 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar HP yang Tidak...
Daftar HP yang Tidak Bisa Gunakan WhatsApp di Akhir 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved