AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Selasa, 14 Juli 2026 - 09:35 WIB
loading...
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 9% pada perdagangan Senin (13/7) dan kembali menguat pada Selasa (14/7). FOTO/Dreamstime
A
A
A
TOKYO - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 9% pada perdagangan Senin (13/7) dan kembali menguat pada Selasa (14/7), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan blokade baru terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia yang menjadi jalur distribusi energi paling strategis di dunia.
"Kami memperkirakan harga minyak akan bertahan di kisaran USD80 per barel, kecuali terjadi perkembangan baru terkait Selat Hormuz. Saya tidak melihat harga akan naik hingga USD90 atau USD100 per barel. Namun jika selat itu kembali dibuka sepenuhnya, harga bisa turun cepat ke kisaran USD60," kata Chief Executive Officer Infrastructure Capital Management Jay Hatfield dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Pada perdagangan pagi di Singapura, minyak mentah Brent naik 2,5% menjadi USD85,40 per barel setelah sehari sebelumnya melonjak 9,6%. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,6% menjadi USD80,14 per barel, setelah sehari sebelumnya naik 9,4%.
Trump juga mewajibkan seluruh kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz membayar tarif transit kepada Amerika Serikat. Pemerintah AS menetapkan pungutan sebesar 20% dari nilai muatan atau sekitar USD30 juta untuk kapal tanker raksasa bermuatan penuh. Kebijakan itu diumumkan bersamaan dengan berlanjutnya operasi militer AS terhadap Iran yang telah memasuki hari ketiga.
"Kami memperkirakan harga minyak akan bertahan di kisaran USD80 per barel, kecuali terjadi perkembangan baru terkait Selat Hormuz. Saya tidak melihat harga akan naik hingga USD90 atau USD100 per barel. Namun jika selat itu kembali dibuka sepenuhnya, harga bisa turun cepat ke kisaran USD60," kata Chief Executive Officer Infrastructure Capital Management Jay Hatfield dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Pada perdagangan pagi di Singapura, minyak mentah Brent naik 2,5% menjadi USD85,40 per barel setelah sehari sebelumnya melonjak 9,6%. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,6% menjadi USD80,14 per barel, setelah sehari sebelumnya naik 9,4%.
Trump juga mewajibkan seluruh kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz membayar tarif transit kepada Amerika Serikat. Pemerintah AS menetapkan pungutan sebesar 20% dari nilai muatan atau sekitar USD30 juta untuk kapal tanker raksasa bermuatan penuh. Kebijakan itu diumumkan bersamaan dengan berlanjutnya operasi militer AS terhadap Iran yang telah memasuki hari ketiga.
Lihat Juga :