BI Terus Gencarkan Peredaran Uang di Wilayah Perbatasan

Sabtu, 29 Juli 2017 - 17:23 WIB
BI Terus Gencarkan Peredaran...
BI Terus Gencarkan Peredaran Uang di Wilayah Perbatasan
A A A
TARAKAN - Sejak diterapkannya Undang-Undang Peredaran Mata Uang, Bank Indonesia semakin memperkuat konektivitas perederan uang di wilayah perbatasan. Ketentuan tersebut juga mengatur bahwa transaksi di Indonesia untuk wilayah perbatasan, mewajibkan penggunaan uang tunai dalam betuk rupiah

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menerangkan, semenjak ada UU Peredaran Mata Uang, shifting penggunaan rupiah di perbatasan semakin tinggi. Bahkan ketika kemarin di pertemuan rapat koordinasi inflasi, lanjut Agus, Kapolri menekankan kepada masyarakat termasuk penegak hukum, bahwa penggunaan rupiah betul-betul dishifting di Indonesia.

"Di perbatasan sendiri, jika seandainya di perbatasan tidak tersedia rupiah yang cukup,dan denominasi yang cukup, tentu akan sulit. Makanya, BI hadir di sini untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah masyarakat di Kalimantan Utara," kata Agus di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (29/7/2017) pagi.

Seperti saat ini, BI hadir dan membuka kantor cabang perwakilan daerah di Tarakan. Dan di daerah perbatasan seperti di Nunukan, diharapkan, adanya rupiah yang cukup, dan kualitas uang yang baik akan meningkatkan kedisiplinan masyarakatnya dalam menggunakan rupiah.

"Jadi event di daerah perbatasan sekarang dapat perhatian dari BI agar masyarakat di sana lebih disiplin menggunakan uang rupiah," katanya.

Selain itu, BI memiliki program tersendiri untuk peredaran mata uang di wilayah perbatasan, yakni lewat BI Jangkau. Mengartikan bahwa BI memberikan perhatian pada paling tidak di 12 daerah perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga.

"Jadi kami hadir di sana, Bapak Presiden menyiapkan fasilitas supaya di perbatasan itu ada kantor imigrasi, polisi, dan BI mendorong untuk adanya kegiatan, misalnya money changer atau fasilitas perbankan. Tentu ditambah pihak kepolisian dan militernya di sana," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Rupiah Males Bergerak...
Rupiah Males Bergerak Saat BI Beri Pelumas Ekonomi, Tapi Bank Belum Seirama
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
23 menit yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
37 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
1 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
2 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
2 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved