Konsumsi Rumah Tangga Turun Sulitkan Ekonomi Tumbuh 6%

Rabu, 02 Agustus 2017 - 16:26 WIB
Konsumsi Rumah Tangga...
Konsumsi Rumah Tangga Turun Sulitkan Ekonomi Tumbuh 6%
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Gadjah Mada yang juga Komisioner PermataBank Tony Prasetiantono mengatakan, konsumsi rumah tangga Indonesia yang saat ini belum menunjukkan angka positif, akan sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6%.

Menurutnya, saat ini konsumen lebih baik menahan diri dan mengerem konsumsi, serta lebih meminati saving money dalam bentuk tabungan atau deposito. (Baca: Persepsi Negatif Timbulkan Daya Beli Masyarakat Menurun ).

"Saya merasa ekonomi tertekan, maka mereka enggak jadi konsumsi. Itulah alasan kenapa penjualan barang-barang konsumen juga turun. Nah, kuncinya terletak pada confident/trust. In the meantime, uang ditaruh di bank, makanya bank mulai kelebihan likuiditas," kata dia di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Akibatnya, dana pihak ketiga (DPK) naik, kemudian kreditnya turun atau tumbuh namun single sigit. Padahal, untuk mencapai pertumbuhan di atas 5% atau 6% dibutuhkan konsumsi rumah tangga dan spending lainnya yang aktif.

Tony mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini seolah sedang merangkak naik untuk kondisi yang lebih baik lagi. Karena, ekonomi dapat dikatakan tumbuh baik, jika angkanya 6%.

"Kalau baik ya seharusnya 6% tapi syukur-syukur ya 7%. Karena di saat perekonomian kita 7% semua angkatan kerja baru terserap oleh kegiatan ekonomi," kata dia.

Menurutnya, jika angka pertumbuhan ekonomi kurang dari 7%, pilihannya hanya dua yaitu unemployement naik dan banyaknya tenaga kerja yang terserap, namun ke sektor informal.

"Paling banter ya banyak yang kerja jadi tukang bakso, tukang bubur, jualan kelontong, dan lainnya," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
5 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
6 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
6 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
6 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
7 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved