Minim Sentimen Positif, Laju Rupiah Akan Tertahan
Kamis, 03 Agustus 2017 - 09:18 WIB
Minim Sentimen Positif, Laju Rupiah Akan Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah yang mulai adanya penguatan diharapkan dapat kembali terjadi, seiring masih adanya tren pelemahan pada dolar Amerika Serikat (USD). Namun dari dalam negeri masih minim sentimen positif yang dapat mengangkat Rupiah secara signifikan.
"Namun pergerakan USD yang melemah tersebut diharapkan dapat membantu laju Rupiah untuk dapat bertahan di zona hijaunya," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada kepada SINDOnews di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Lebih lanjut Ia mengingatkan untuk tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan Rupiah tersebut dan membuat laju mata uang Garuda kembali melanjutkan pelemahannya. Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.353/USD dan resisten Rp13.309/USD.
Sementara itu sebelumnya rupiag mampu kembali mengalami kenaikan meski tipis. "Pelaku pasar tampaknya baru merespons pelemahan USD sehingga kembali memanfaatkan sentimen tersebut untuk masuk ke Rupiah. Dukungan positif juga datang dari pergerakan laju EUR yang kembali mengalami kenaikan terhadap USD," sambungnya.
Belum jelasnya arah pemerintahan Trump hingga pertengahan tahun ini dan rencana The Fed alias Bank Sentral AS untuk kembali menaikan suku bunganya masih menjadi sentimen yang membuat laju USD melemah. Dengan pelemahan tersebut dimanfaatkan EUR untuk menguat dan berimbas positif pada mata uang Asia, termasuk Rupiah.
"Sebelumnya kami sampaikan, Penguatan sejumlah mata uang lainnya tampaknya belum dapat terserap oleh Rupiah dimana cenderung mengalami pelemahan tipis. Diharapakan kondisi ini dapat membaik dimana penguatan dapat terjadi pada Rupiah dengan memanfaatkan penguatan sejumlah mata uang Asia tersebut terhadap USD," paparnya.
"Namun pergerakan USD yang melemah tersebut diharapkan dapat membantu laju Rupiah untuk dapat bertahan di zona hijaunya," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada kepada SINDOnews di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Lebih lanjut Ia mengingatkan untuk tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan Rupiah tersebut dan membuat laju mata uang Garuda kembali melanjutkan pelemahannya. Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.353/USD dan resisten Rp13.309/USD.
Sementara itu sebelumnya rupiag mampu kembali mengalami kenaikan meski tipis. "Pelaku pasar tampaknya baru merespons pelemahan USD sehingga kembali memanfaatkan sentimen tersebut untuk masuk ke Rupiah. Dukungan positif juga datang dari pergerakan laju EUR yang kembali mengalami kenaikan terhadap USD," sambungnya.
Belum jelasnya arah pemerintahan Trump hingga pertengahan tahun ini dan rencana The Fed alias Bank Sentral AS untuk kembali menaikan suku bunganya masih menjadi sentimen yang membuat laju USD melemah. Dengan pelemahan tersebut dimanfaatkan EUR untuk menguat dan berimbas positif pada mata uang Asia, termasuk Rupiah.
"Sebelumnya kami sampaikan, Penguatan sejumlah mata uang lainnya tampaknya belum dapat terserap oleh Rupiah dimana cenderung mengalami pelemahan tipis. Diharapakan kondisi ini dapat membaik dimana penguatan dapat terjadi pada Rupiah dengan memanfaatkan penguatan sejumlah mata uang Asia tersebut terhadap USD," paparnya.
(akr)