IHSG Sesi I Merosot Saat Rupiah Masih Lesu
Kamis, 03 Agustus 2017 - 12:47 WIB
IHSG Sesi I Merosot Saat Rupiah Masih Lesu
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga perdagangan sesi I hari ini tercatat lesu dengan kecenderungan tertahan di zona merah. Penyusutan mata uang Garuda mengiringi kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak sesi pembukaan pagi tadi.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.332/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.323/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.314-Rp13.341/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini tertahan pada level Rp13.325/USD atau tidak lebih baik dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp13.324/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.314-Rp13.341/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.333/USD atau sedikit menguat dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.345/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.330/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tergelincir dari posisi sebelumnya di level Rp13.331/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini semakin menyusut dengan kehilangan 21,82 atau 0,375% menjadi 5.802,42 setelah pada pembukaan pagi tadi turun 5,87 poin atau 0,10% ke level 5.818,38. Kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.824,25 setelah mendapatkan tambahan 19,04 poin yang setara dengan 0,33%
Sektor saham dalam negeri hampir secara keseluruhan anjlok dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 1,02% dan aneka industri yang kehilangan 0,73%. Sementara, satu-satunya sektor yang melompat adalah pertanian 0,02%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,75 miliar dengan 3,55 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp22,07 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,08 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,06 triliun. Tercatat 143 saham naik, 174 turun dan 120 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.332/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.323/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.314-Rp13.341/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini tertahan pada level Rp13.325/USD atau tidak lebih baik dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp13.324/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.314-Rp13.341/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.333/USD atau sedikit menguat dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.345/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.330/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tergelincir dari posisi sebelumnya di level Rp13.331/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini semakin menyusut dengan kehilangan 21,82 atau 0,375% menjadi 5.802,42 setelah pada pembukaan pagi tadi turun 5,87 poin atau 0,10% ke level 5.818,38. Kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.824,25 setelah mendapatkan tambahan 19,04 poin yang setara dengan 0,33%
Sektor saham dalam negeri hampir secara keseluruhan anjlok dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 1,02% dan aneka industri yang kehilangan 0,73%. Sementara, satu-satunya sektor yang melompat adalah pertanian 0,02%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,75 miliar dengan 3,55 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp22,07 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,08 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,06 triliun. Tercatat 143 saham naik, 174 turun dan 120 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
(akr)