Perusahaan Rusia Berencana Investasi USD10 Miliar di Tuban

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 07:18 WIB
Perusahaan Rusia Berencana...
Perusahaan Rusia Berencana Investasi USD10 Miliar di Tuban
A A A
JAKARTA - Perusahaan Rusia, Rosneft Oil Company berencana menanamkan uangnya di Tuban, Jawa Timur, senilai USD10 miliar. Sejauh ini, rencana tersebut telah memasuki tahap feasibility study dan penyusunan basic design, yang sesuai dengan rencana awal.

Kabar masuknya perusahaan minyak Rusia ini, disampaikan Head of Refinary and Petrochemical Joint Projects Development Department, Alexander Zubchenko dan Market Expert Vladimir Zhiryakov saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di ruang Goncharova, di Hotel Intercontinental Moskow.

Pertemuan ini merupakan rangkaian kegiatan Soekarwo dalam rangka promosi trade, tourism, and investment (TTI) di Rusia. Menurutnya, investasi ini akan menyerap 13 ribu tenaga kerja, dimana investasi ini gabungan antara PT Pertamina dengan Rosneft Oil Company.

Alexander mengatakan, adapun penyerapan tenaga kerja dari investasi ini, diantaranya engineering dan layanan kesehatan. Untuk itu, bersama Pertamina, perusahaannya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan. "Kami ada untuk masyarakat, terutama generasi mudanya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di SINDOnews, Jumat (4/8/2017).

Perusahaan joint venture dengan PT Pertamina tersebut direncanakan akan membangun kawasan industri, khususnya untuk penyimpanan minyak, diantaranya solar dan gas, serta memproduksi petrokimia dan kondensat yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Selain dengan Rosneft, Soekarwo menghadiri acara Bisnis Forum Rusia-Indonesia untuk membahas peningkatan kerja sama bisnis kedua negara. Kegiatan ini dihadiri 300 pengusaha dan pejabat Rusia dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Wahid Wahyudi optimistis kegiatan bisnis forum akan meningkatkan kerja sama Indonesia-Rusia di berbagai bidang. Wakil Menteri Perdagangan Rusia, Oleg Ryazantsev juga menyambut baik bisnis forum ini, yang disebutnya sebagai milestone pengembangan kerja sama ekonomi dua belah pihak.

Oleg menambahkan, beberapa tahun terakhir neraca perdagangan Rusia dengan Indonesia menurun, tetapi lima bulan terakhir menunjukkan peningkatan. "Kerja sama Rusia dan Indonesia bukan hanya di energi, tetapi juga teknologi navigasi kedirgantaraan, konstruksi pelabuhan, dan pembangunan kapal laut dengan cara kemitraan dengan perusahaan lokal," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menlu Retno Bertemu...
Menlu Retno Bertemu Wang Yi, Bahas Ekonomi hingga Krisis di Timur Tengah
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China
Dukung Produksi Migas...
Dukung Produksi Migas Nasional, HCML Perkuat Kerjasama dengan Rekanan di Jatim
Presiden Prabowo dan...
Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Ekonomi-Investasi
Pemprov Jatim - Denmark...
Pemprov Jatim - Denmark Perluas Peluang Kerjasama Kemaritiman
Kanada Mulai Negosiasi...
Kanada Mulai Negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Indonesia
Berita Terkini
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
12 menit yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
10 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
11 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved