KPBI Dukung Aksi Penyelamatan Aset Nasional JICT

Senin, 07 Agustus 2017 - 12:03 WIB
KPBI Dukung Aksi Penyelamatan...
KPBI Dukung Aksi Penyelamatan Aset Nasional JICT
A A A
JAKARTA - Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menyatakan dukungannya terhadap aksi mogok kerja yang dilakukan oleh Serikat Pekerja (SP) Jakarta International Container Terminal (JICT). Pasalnya mereka menilai mogok kerja buruh operator bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sebagai bentuk protes terhadap kerja sama perpanjangan tahap II dengan Hutchison Port Holding.

Ketua Umum KPBI Narahubung dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/8/2017) mengaku yakin aksi SP JICT merupakan upaya untuk mencegah kerugian negara. Pemogokan yang berlangsung pada 3-10 Agustus 2017 itu bahkan terang d8a memiliki dasar dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Pada Juni 2017, dimana mengumumkan perpanjangan kerja sama pengelolaaan dan pengoperasian pelabuhan JICT dengan PT.Hutchison pada 2019-2039 merugikan negara hingga RP 4 triliun.

"Pemogokan SP JICT merupakan upaya menggugat kerja sama yang janggal tersebut. Kerja sama yang melibatkan investor dari luar negeri itu mengabaikan mekanisme para pemegang saham, termasuk di dalamnya melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penunjukan Hutchison juga berlangsung tanpa pertanggungjawaban publik yang terbuka," paparnya.

Alhasil, sambung Narahubung menambahkan JICT sebagai perusahaan pelat merah semakin merugi dengan pengeluaraan kerja sama pada Hutchison yang tidak diperlukan. Lebih lanjut Ia juga menegaskan memberi apresiasi atas perlawanan SP JICT sebagai contoh dari protes perusahaan negara yang mengutamakan kepentingan nasional. "Mogok ini bertujuan untuk menyelamatkan Pelabuhan, sebagai aspek strategis bangsa," ungkapnya.

Dengan kata lain menurutnya persoalan perburuhan dapat berjalan seiringan dengan tuntutan perbaikan pada sektor ketenagakerjaan. Sementara Sekretaris Jenderal KPBI Damar Panca Mulya menerangkan ikut mengecam kampanye-kampanye hitam untuk menyerang atau menyudutkan perjuangan SP JICT. "Kampanye hitam tersebut muncul baik melalui robot-robot di media sosial, akun palsu, atau bahkan pernyataan bias di media arus utama terhadap pemogokan," terang dia

Menurutnya dengan isu yang mencuat seperti pemogokan hanya karena persoalan bonus belaka tersebut tidaklah bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, KPBI mengajak masyarakat untuk tidak lekas percaya begitu saja terhadap kampanye-kampanye yang mengaburkan fakta tersebut. Selain itu KPBI turut menyerukan beberapa pertimbangan yabg bisa dilakuka pemerintah yakni wajib mempertanyakan kerjasama JICT dengan mitra PT.Hutchison, mengusut, dan menjatuhkan sanksi pada pihak yang mengambil keputusan secara tidak sah tersebut.

Lanjutnya yang mendesak adalah agar ICT untuk memenuhi permintaan SP JICT dengan membatalkan perjanjian konsensi tersebut. " Penuhi juga hak-hak karyawan SP JICT sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama. Jangan ada pengingkaran dengan alasan keuangan karena perjanjian dengan mitra PT.Hutchison justru merugikan perusahaan," ungkapnya.

KPBI turut mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan korupsi konsensi JICT dan menyeret yang bersalah ke meja pengadilan hingga mendapat ganjaran. " Kami juga mengajak masyarakat untuk mendukung mogok SP JICT. Aksi sesuai dengan hak dalam Undang-undang perburuhan ini tidaklah semata-mata sebagaimana digambarkan oleh kampanye hitam melawan SP JICT," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
34 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved