Reaksi Sri Mulyani Soal Ekonomi RI Tumbuh Stagnan di 5,01%
Rabu, 09 Agustus 2017 - 03:30 WIB
Reaksi Sri Mulyani Soal Ekonomi RI Tumbuh Stagnan di 5,01%
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal II/2017 atau semester II yang tumbuh stagnan di angka 5,01%. Dia menila, meski pertumbuhan masih positif, namun ada beberapa hal yang harus dilihat serius oleh pemerintah.
(Baca: Ekonomi Indonesia Semester I/2017 Tumbuh 5,01% )
Menurutnya, beberapa sektor harus betul-betul diperhatikan dan digenjot pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depannya.
"Ada beberapa hal yang harus dipandang secara serius. Kalau dari sisi investasi, ekspor, itu momentumnya tetap terjaga, kita berharap tentunya investasi dan ekspor ini akan terus semakin membaik pada kuartal ketiga dan keempat," ujarnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Sri menuturkan, pemerintah juga memberikan kontribusi positif yang berarti sesuai arah yang diharapkan. Konsumsi tumbuh di 4,95%, namun Menkeu mengingatkan harus tetap berhati-hati.
"4,95% itu dekat sekali dengan 5%, kita juga harus di satu sisi melihat bahwa itu adalah hal positif, namun tetap harus hati-hati karena konsumsi memberikan dampak paling besar terhadap permintaan GDP kita," terang.
Selain itu, pemerintah juga perlu perhatikan sesuai tingkat inflasi yang terjadi. Dia memandang, inflasi tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu, sehingga mungkin akan menekan konsumsi Indonesia pada kuartal kedua.
"Namun kita sebetulnya berharap bahwa dengan inflasi tidak setinggi yang dibayangkan pada awal waktu itu, inflasi kita masih di bawah 4%, maka untuk konsumsi kami berharap akan muncul lagi pada kuartal ketiga dan keempat," tutur Sri Mulyani.
(Baca: Ekonomi Indonesia Semester I/2017 Tumbuh 5,01% )
Menurutnya, beberapa sektor harus betul-betul diperhatikan dan digenjot pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depannya.
"Ada beberapa hal yang harus dipandang secara serius. Kalau dari sisi investasi, ekspor, itu momentumnya tetap terjaga, kita berharap tentunya investasi dan ekspor ini akan terus semakin membaik pada kuartal ketiga dan keempat," ujarnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Sri menuturkan, pemerintah juga memberikan kontribusi positif yang berarti sesuai arah yang diharapkan. Konsumsi tumbuh di 4,95%, namun Menkeu mengingatkan harus tetap berhati-hati.
"4,95% itu dekat sekali dengan 5%, kita juga harus di satu sisi melihat bahwa itu adalah hal positif, namun tetap harus hati-hati karena konsumsi memberikan dampak paling besar terhadap permintaan GDP kita," terang.
Selain itu, pemerintah juga perlu perhatikan sesuai tingkat inflasi yang terjadi. Dia memandang, inflasi tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu, sehingga mungkin akan menekan konsumsi Indonesia pada kuartal kedua.
"Namun kita sebetulnya berharap bahwa dengan inflasi tidak setinggi yang dibayangkan pada awal waktu itu, inflasi kita masih di bawah 4%, maka untuk konsumsi kami berharap akan muncul lagi pada kuartal ketiga dan keempat," tutur Sri Mulyani.
(izz)
Lihat Juga :