Rumuskan Kebijakan Pembangunan, Bappenas Mengadopsi Big Data

Rabu, 09 Agustus 2017 - 20:09 WIB
Rumuskan Kebijakan Pembangunan,...
Rumuskan Kebijakan Pembangunan, Bappenas Mengadopsi Big Data
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro meyakini bahwa kehadiran Big Data yang diusung oleh Bank Indonesia (BI), bakal sangat bermanfaat dalam merumuskan perencanaan kebijakan. Menurutnya kebutuhan data yang lebih aktual, sangat mutlak dalam hal perencanaan kebijakan.

Selama ini menurutnya analisis kebijakan dalam penyusunan perencanaan pembangunan, didasarkan pada data-data konvensional seperti data statistik, laporan rutin yang dikumpulkan beberapa waktu sebelumnya untuk dijadikan dasar proyeksi ke depan. "Big data dengan segala karakteristiknya kemudian menyediakan gambaran lebih aktual dan lebih spesifik mengenai isu pembangunan," kata dia di Gedung BI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Dengan kata lain, lanjut Bambang, big data berpotensi memberikan gambaran terkini mengenai bagaimana pembangunan berjalan dan semakin banyak data atau informasi yang didapat semestinya akan membuat perumusan kebijakan atau perencanaan akan lebih valid apabila mampu dianalisis dengan baik. "Jadi kita bicara mengenai evidence based policy," lanjutnya.

(Baca Juga: Bangun Kota Pintar, BI Dorong Pemanfaatan Big Data )

Namun lagi-lagi, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi jika ingin memaksimalkan big data ini. Tantangannya adalah bagaimana proses menangkap menganalisis data tersebut dan secara bertanggungjawab mampu memanfaatkan sumber-sumber dari data baru yang disajikan.

"Untuk hal ini dibutuhkan perubahan pola pikir dalam penyusunan kebijakan perekonomian dari fokus perencanaan jangka menengah dan panjang berbasis statistik dan data konvensional menjadi fokus ke target-target jangka pendek berbasis dinamika dan tren pereknomian yang bersifat real time," paparnya.

Terang dia jika Indonesia tidak ingin tertinggal, maka pemerintah bersama BI harus sesegera mungkin mengadopsi Big Data. "Karena pertama, manfaatnya untuk pengambilan keputusan. Kedua basis terhadap kebijakan yang diambil, dan ketiga pelaksanaan monitoring dan evaluasi program," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Menteri PPN/Bappenas...
Menteri PPN/Bappenas Ungkap Pentingnya Reindustrialisasi
Tak Seperti Indonesia,...
Tak Seperti Indonesia, Vietnam Pangkas PPN Sebesar 2%, Kurangi Kementerian dan PNS
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
17 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
27 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved