Pemerintah Sudah Meninggalkan Paradigma Pembangunan Konsumtif

Rabu, 16 Agustus 2017 - 20:31 WIB
Pemerintah Sudah Meninggalkan...
Pemerintah Sudah Meninggalkan Paradigma Pembangunan Konsumtif
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mengubah paradigma pembangunan yang sebelumnya konsumtif menjadi produktif. Dengan begitu, menurut Presiden Joko Widodo, RAPBN tahun 2018 harus mampu menjadi instrumen fiskal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

"Khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan, mengatasi ketimpangan dan membuka lapangan pekerjaan," ujar Presiden Jokowi dalam penyampaian keterangan pemerintah atas RAPBN tahun 2018 beserta nota keuangan di Gedung DPR RI, Rabu (16/8/2017).

Pidato Jokowi kali ini lebih berbicara pada persoalan anggaran. Sebelumnya Jokowi juga menyampaikan sambutan dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 2017.

Di kursi undangan tampak Presiden ketiga RI, BJ Habibie, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, para mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Hamzah Haz dan Boediono. Kemudian juga terlihat Shinta Nuriyah, istri almarhum Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta Karlina Umar Wirahadikusuma.

Jokowi berharap penyusunan RAPBN 2018 tetap dilakukan secara realistis, kredibel, berdaya tahan, berkelanjutan demi menjaga stabilitas perekonomian dan kepercayaan dunia usaha.

Prinsip itu harus tetap terjaga meski situasi perekonomian global belum sepenuhnya normal. "Pada tahun 2015, kita telah meletakkan fondasi pembangunan nasional yang kokoh melalui transformasi fundamental perekonomian nasional," jelasnya.

Dengan mengubah paradigma konsumtif menjadi produktif, pemerintah merealokasi subsidi energi yang kurang tepat sasaran menjadi berbagai program prioritas untuk masyarakat termasuk bidang infrastruktur.

Jokowi juga mengatakan mulai mengalokasikan Dana Desa untuk mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan di pelosok tanah air yang selama ini banyak belum tersentuh pembangunan.

"Memasuki tahun 2016, Pemerintah bergerak lebih cepat dengan mencanangkan tahun 2016 sebagai Tahun Percepatan Pembangunan, "jelasnya.

Jokowi juga mengatakan penyusunan RUU APBN tahun 2018 merupakan wujud konkret dari kerja bersama antara Pemerintah, DPR, dan DPD.

Pada pembicaraan pendahuluan dengan DPR dan DPD beberapa waktu lalu, menurut Jokowi, pemerintah telah mendapat masukan konstruktif dari anggota legislatif. Dengan masukan itu, pemerintah dapat menyusun RAPBN tahun 2018 dan bisa menyampaikan pada Sidang Paripurna Dewan.

"Insya Allah, kerja bersama antara Pemerintah dan Dewan tersebut akan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia dan dapat menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian sesuai dengan cita-cita luhur para pendahulu kita," tegasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
39 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
51 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved