India Undang Indonesia Ikuti World Food India 2017

Rabu, 23 Agustus 2017 - 02:12 WIB
India Undang Indonesia...
India Undang Indonesia Ikuti World Food India 2017
A A A
JAKARTA - India mengundang pemerintah dan pelaku bisnis di Indonesia menghadiri World Food India 2017 yang akan berlangsung di New Delhi November mendatang. Undangan itu disampaikan oleh Menteri Industri Pengolahan Makanan India, Sadvhi Niranjan Jyoti.

Berbicara dalam acara roadshow World Food India 2017 di Jakarta, Sadvhi mengatakan Indonesia adalah mitra penting India. Hubungan baik kedua negara menjadi dasar yang kuat untuk mengembangkan hubungan bilateral dan perdagangan kedua negara, dan World Food India 2017 salah satu sarana untuk memperkuat kerja sama itu.

"Tujuan utama kunjungan saya untuk memberi tahu Anda tentang World Food India 2017, sebuah acara internasional yang diselenggarakan Kementerian Industri Pengolahan Makanan Pemerintah India, dari 3-5 November 2017 di New Delhi," ucap Sadvhi pada Selasa (22/8/2017).

"Saya mengambil kesempatan ini untuk mengundang perwakilan industri pengolahan makanan Indonesia untuk berpartisipasi dalam World Food India 2017," sambungnya.

Dia menuturkan ada banyak peluang di sektor industri pengolahan makanan di India. Sadvhi mengatakan India adalah produsen utama susu, pisang, buah pir, pepaya, jahe dan penghasil kedua terbesar di dunia dalam nasi, wijen, gandum, kacang hijau, tomat, dan kentang.

Selain itu, dia menyebut India adalah ekonomi yang berkembang pesat di dunia. Dia menjelaskan dalam tiga tahun terakhir, pemerintah India telah mengambil beberapa langkah untuk mendorong investasi di sektor industri pengolahan makanan

"Industri pengolahan makanan merupakan salah satu industri yang dipilih dalam program Make in India. Investasi langsung asing (FDI) sampai 100% melalui jalur otomatis diperbolehkan di industri pengolahan makanan," ucapnya.

"Pemerintah India memberikan konsesi dalam bea masuk untuk mengimpor peralatan untuk industri pengolahan makanan. India telah menerapkan pajak barang dan jasa mulai 1 Juli 2017, yang berarti satu pajak di seluruh negeri. Ada peluang besar untuk meningkatkan perdagangan antar dua negara," tukasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SIAL Interfood Jadi...
SIAL Interfood Jadi Ajang Mendekatkan Diri ke Potensial Bisnis Partner
Point 11, Destinasi...
Point 11, Destinasi Baru Kuliner Seru di Selatan Jakarta
Jakarta Dessert Week...
Jakarta Dessert Week 2020, Bungasari Rambah Dunia Digital
25 Tahun Berkiprah,...
25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Bisnis Kuliner Makanan...
Bisnis Kuliner Makanan Sehat Makin Diminati saat Pandemi
Mare Nostrum Kini Layani...
Mare Nostrum Kini Layani Pesanan Take Away
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
22 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
58 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved