Cara Pemerintah Sembuhkan BUMN Sakit

Rabu, 30 Agustus 2017 - 18:39 WIB
Cara Pemerintah Sembuhkan...
Cara Pemerintah Sembuhkan BUMN Sakit
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berjanji akan segera menangani perusahaan pelat merah yang sakit dan terus merugi. Saat ini, setidaknya ada 21 BUMN yang masih rugi dan tidak bisa menyetorkan dividen ke negara.

(Baca Juga: Dapat Misi Khusus, Setoran Dividen Dua BUMN Ini Menurun )

Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putro mengungkapkan, kunci menyembuhkan BUMN yang rugi adalah dengan meningkatkan sinergi dengan perusahaan negara lainnya. Sebab, BUMN yang masih rugi tersebut tidak bisa dilepas bersaing sendiri.

"Kita akan kasih obat untuk BUMN yang sakit. Tapi kuncinya sinergi. Jangan biarkan BUMN saling bersaing sendiri," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Menurutnya, beberapa perusahaan negara tersebut merugi disebabkan karena kesalahan manajemen (miss management), kegiatan operasional yang tidak efisien, hingga sumber daya yang tidak memadai. Sambung dia pemerintah masih memiliki waktu empat bulan hingga akhir 2017 untuk meminimalisir kerugian dari BUMN tersebut. Bahkan, jika dimungkinkan mereka justru memperoleh keuntungan.

"Kita punya target di Desember ini tidak mengalami kerugian. Kalau targetnya bu menteri hanya memang satu yang tidak bisa diobati seperti merpati yang license penerbangannya sudah dicabut, sehingga untuk dijalankan pun memang berat," tandasnya.

Berikut BUMN yang diproyeksikan sampai akhir tahun 2017 tidak menyetorkan dividen karena mengalami kerugian berulang/akumulasi rugi:

A. BUMN rugi operasional karena kalah persaingan dan efisiensi adalah:
1. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
2. Perum Bulog
3. PT Krakatau Steel (persero) Tbk
4. PT PAL
5. PT Dok Perkapalan Surabaya (persero) Tbk
6. PT Infofarma (Persero) Tbk
7. PT Balai Pustaka (persero)
8. PT Boma Bisma Indra (Persero)
9. Perum PEN
10. PT Berdikari (persero)

B. BUMN dalam proses restrukturisasi diantaranya:
1. PT Nindya Karya
2. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
3. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)
4. PT Survey Udara Penas (persero)
5. PT Industri Sandang Nusantara (persero)
6. PT Iglas (persero)
7. PT Kertas Leces (Persero)
8. PT Djakarta Lioyd (persero)
9. PT Istaka Karya (persero)
10. PT Varuna Tirta Prakarsya (persero)
11. PT Primissima (persero)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
22 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
30 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
47 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved